Foto bersama insan pers dengan Bupati Teluk Bintuni di puncak acara HPN ke 72 tahun 2018 di Bintuni.

Bupati Petrus Kasihiw puji pers Teluk Bintuni

Pers dipersilahkan tetap kritis namun profesional

BINTUNI, Cahayapapua.com— Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja Pers di Bintuni yang selama ini sudah membantu dalam mempublikasikan program-program pembangunan di Bintuni kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan Forum Jurnalis Bintuni (FJB) memperingati HPN ke 72 tahun 2018 di Teluk Bintuni (2)

 

Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Teluk Bintuni,  Petrus Kasihiw  saat memberikan sambutan dalam acara ramah tamah Forum Jurnali Bintuni (FJB) bersama Bupati Teluk Bintuni pada puncak acara memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke 72 tahun 2018, di SP 4, Distrik Manimeri, Sabtu (10/2) malam.

Bupati mengatakan, pers sebagai penyambung lidah kepada seluruh lapisan masyarakat, diibaratkan seperti panca indra dalam tubuh Manusia.

“Kalau negara ini diibaratkan seperti tubuh manusia, maka pers itu adalah panca inderanya, orang bisa merasakan, melihat, mendengar, membaca suatu informasi, maka pers sebagai penyedia fasilitas itu menjadi aspek yang penting, bagian yang terpenting bagi tubuh manusia dalam artian tubuh negara ini,” katanya

Kasihiw mengatakan, kedekatan pers dengan pemerintah daerah bukan berarti, pers harus dibungkam, karena jika itu terjadi akan menjadi tanda-tanda kehancuran bagi suatu daerah.

Pers dipersilahkan untuk tetap bersuara, tetapi harus mengedepankan aspek profesional. Jika ada hal hal yang tidak baik, dan tidak berpihak kepada masyarakat, dari perjalanan pemerintahan ini perlu juga dikritisi, namun harus dilakukan dengan penyampaian yang memenuhi standar profesional yang memenuhi unsur pemahaman dan pendidikan kepada masyarakat.

Bupati juga mengakui, dengan adanya pers,  suara sumbang yang kontra pemerintah, di Bintuni sudah mulai berkurang. Artinya apa yang selama ini dipertanyakan masyarakat sudah mulai terjawab melalui pemberitaan media.

“Kadang -kadang kita punya masyarakat ini dalam membaca informasi baru baca judul, pikiran sudah macam2 dan langsung beropini,  jadi ini menjadi tugas dan tanggung jawab kami pemerintah untuk menjelaskan, saya apresiasi di mana mana mana suara sumbang sudah berkurang, dan itu juga bagian dari kerjasama dengan media, yang akhirnya mereka bisa terima,” pungkasnya. (art)

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: