Gedung Gereja Baru di Undurara. Gereja Ini Menggantikan   Gedung Lama yang Berdinding dari Kulit Kayu
Gedung Gereja Baru di Undurara. Gereja Ini Menggantikan Gedung Lama yang Berdinding dari Kulit Kayu

Bupati Resmikan Gereja Baru di Undurara

WASIOR, Cahayapapua.com–– Setelah menanti puluhan tahun lamanya, kampung Undurara, distrik Naikere akhirnya memiliki gedung gereja yang memadai untuk beribadah kepada Tuhan.

Gedung gereja baru jemaat Gilgal Undurara, Sabtu (29/10) diresmikan oleh Bupati Teluk Wondama Bernadus Imburi bersama dengan Anggota Badan Pekerja Am Sinode GKI di Tanah Papua wilayah VI Pendeta I.W. Rumbiak.

Gereja baru berukuran 7 x 15 meter mulai dibangun sejak 2012 dengan biaya 600 juta lebih yang sepenuhnya bersumber dari APBD Teluk Wondama.

Undurara sendiri masih berstatus sebagai Pos Pekabaran Injil (Pos PI) di bawah binaan jemaat Yohanes Paulus Kabi-Ramiki di Wasior. Selama bertahun-tahun jemaat setempat beribadah di bangunan sederhana dengan dinding dari kulit kayu dan atap dari daun sagu.

“Ini adalah tanda tidak sia-sia Injil itu diberitakan, “ kata Pendeta I.W. Rumbiak saat memberi sambutan.

Tidak saja aspek kerohanian yang semakin mantap tetapi lebih dari itu adanya gereja baru diharapkan membawa pembaharuan terhadap kehidupan warga Undurara sehingga secepatnya bisa terlepas dari belenggu kemiskinan dan keterbelakangan.

“Saya harap Badan Pekerja Klasis (Klasis Wondama) perhatikan pelayanan di sini agar kondisi yang ada sekarang bisa berubah tidak hanya dari sisi iman tapi ada kehidupan mereka juga ada pembaharuan, “  ucap Rumbiak.

Bupati juga berharap gereja baru membawa spirit rohani baru sehingga jemaat setempat selalu rajin beribadah dan berbakti kepada Tuhan.

“Jemaat Undurara harus rajin beribadah karena ini adalah rumah Tuhan. Percuma ada gereja baru yang bagus ini kalau ada ibadah hanya satu dua orang saja yang datang , “ pesan Imburi yang untuk pertama kalinya tiba di Undurara.

Sebelum peresmian gereja, terlebih dahulu dilakukan peresmian pastori. Rangkaian peresmian diawali dengan ibadah di gereja lama dipimpin Kepala Jemaat Yohanes Paulus Kaibi-Ramiki Pendeta Dolfinus Mayor.

Undurara adalah kampung kecil yang masih terpencil dan terisolir. Hanya transportasi udara yang bisa menjangkau kampung berpenduduk 159 jiwa ini. Jika berjalan kaki maka dibutuhkan waktu berhari-hari untuk bisa sampai ke kampung Undurara dari kota Wasior.

Dalam kesempatan itu Bupati juga menyerahkan bantuan Pemda berupa uang tunai sebesar 20 juta yang diterima ketua PHMJ Undurara Guru Injil Charles Nunaki. (BRV)

Tinggalkan Balasan