Bupati Kabupaten Manokwari, Demas Paulus Mandacan

Bupati Setujui Manokwari Barat, Kotamadya Sabar Dulu

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan pekan lalu menghadiri undangan DPD-RI terkait rencana pemekaran daerah otonomi baru Manokwari Barat dan Kotamadya Manokwari.

Bupati mengungkapkan, bahwa dirinya setuju dengan rencana pemerintah pusat membentuk DOB Manokwari Barat. Namun untuk rencana DOB Kotamadya diusulkan untuk ditunda, karena Manokwari belum siap.

Bupati kepada wartawan di ruang kerjanya mengatakan, ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan jika pemekaran kotamadya benar-benar akan direalisasikan.

“Kotamadya masih dipending karena batas wilayah kabupaten yang masih tarik menarik di daerah dataran, belum ada kesepakatan antara Warmare, Prafi, dan Masni. Seperti kita ketahui permasalahan ini akan bekepanjangan jika terus dipaksakan,” kata dia.

Permasalahan lain diantaranya adalah belum disiapkannya dana untuk pembangunan infrastruktur yang baru jika kabupaten digeser ke dataran Wapramasi. Terlebih, dampak pembangunan yang belum terpikirkan jika pembangunan di dataran terjadi sangat pesat saat pergeseran kabupaten dilakukan.

“Wilayah kita sudah sangat sempit, kita tahu bahwa wilayah dataran sudah sering dilanda banjir, belum lagi kalau ada dampak pembangunan yang didorong dengan keberadaan pemerintahan Kabupaten Manokwari. Sehingga dampaknya pasti akan sangat besar,” tambah bupati.

Hal tersebut yang menjadi dasar pemikiran bupati untuk menunda pemekaran DOB Kotamadya, sesuai dengan usulannya kepada DPD RI pada pertemuan yang diikuti juga oleh Wakil Gubernur Papua Barat Irene Manibuy di Jakarta.

Sementara itu, untuk pemekaran DOB Manokwari Barat bupati telah menandatangani pernyataan persetujuaan dan telah dikembalikan untuk kemudian diproses oleh DPD-RI, DPRRI, dan juga kementerian dalam negeri.

“Kalau untuk Manokwari Barat, tarik menarik diempat distrik yang terjadi mau tidak mau pemekaran di Manokwari Barat harus tetap dilaksanakan. Dan saya sudah menandatangani persetujuannya,” pungkasnya. (ACS)

 

Tinggalkan Balasan