Bupati terima penghargaan dari pelaksanaan PIN Polio tahun 2016.

Bupati Terima Penghargaan Pelaksanaan PIN Polio

KAIMANA, Cahayapapua.com—- Bupati Kaimana Drs. Matias Mairuma pada pembukaan kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang Kesehatan Provinsi Papua Barat di Gedung Pertemuan Casuarina Krooy, Rabu (20/4/2016) kemarin menerima piagam penghargaan dari Gubernur Papua Barat Abraham Atururi atas dukungan dana dari APBD Kabupaten Kaimana dalam mensukseskan pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio Tahun 2016 dengan hasil cakupan PIN 102,23%.

Selain Kaimana, 11 kabupaten lainnya juga menerima penghargaan yang sama atas pencapaian cakupan diatas 95% dalam pelaksanaan PIN Tahun 2016. Penghargaan diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan masing-masing kepada Kabupaten Tambrauw dengan hasil cakupan 129,16%, Fakfak 123,82%, Maybrat 121,52%, Teluk Wondama 116,31%, Manokwari 112,55%, Kabupaten Sorong 110,77%, Sorong Selatan 107,29%, Manokwari Selatan 106,19%, Raja Ampat 105,90%, Kota Sorong 100,64% dan Kabupaten Teluk Bintuni dengan hasil cakupan PIN 9,32%.

Gubernur pada pembukaan Rakornis mengatakan, satu hal yang membuat kita patut berbesar hati adalah pada Pekan Imunisasi Nasional Polio yang dilaksanakan 8-15 Maret 2016 lalu, Papua Barat merupakan provinsi pertama dari bagian timur Indonesia yang berhasil mencapai target minimal 95%. “Atas capaian ini Gubernur Papua Barat bersama lima gubernur lainnya yang mendapatkan hasil serupa menerima piagam penghargaan dari Menteri Kesehatan RI,” jelas Bram Atururi.

Lebih jauh Gubernur juga mengatakan, meskipun masih banyak indikator kesehatan yang belum dicapai namun beberapa indikator kesehatan lain menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dari sisi pelayanan kesehatan misalnya, RSUD Kabupaten Sorong telah ditetapkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah yang merupakan BLUD pertama di Tanah Papua. Disamping itu, dalam meningkatkan mutu pelayanan, RSUD Scholoo Keyen dan Puskesmas Moswaren keduanya dari Kabupaten Sorong Selatan telah mendapatkan sertifikat akreditasi sebagai wujud dari terpenuhinya standar mutu pelayanan.

“Dalam program penanggulangan malaria, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013, Papua Barat merupakan provinsi yang paling tajam penurunan insidens malarianya, dari 25% di tahun 2007 menjadi 6% di tahun 2013. Sumbangsih terbesar dari penurunan insidens malaria di provinsi ini diberikan oleh Kabupaten Teluk Bintuni,” terang Gubernur sembari menambahkan dalam aspek pembangunan secara keseluruhan, apa yang telah dicapai di bidang kesehatan ini turut memberikan kontribusi dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Papua Barat. (ISA)

Tinggalkan Balasan