Bupati Kabupaten Manokwari, Demas Paulus Mandacan

Bupati Tolak Demo Penghentian Rumah Ibadah

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan dengan tegas menolak aksi demo damai sejumlah masa yang akan menuntut penghentian pembangunan rumah ibadah di kampung Andai, Distrik Manokwari Selatan.

Hal itu disampaikan pada rapat koordinasi bersama sejumlah pemuka agama di gedung sasana karya kantor bupati Manokwari, Senin (18/4).

“Saya mau kasih tahu, saya tidak terima demo-demo di kantor ini, stop,” tegas bupati dihadapan puluhan tokoh agama yang hadir pada pertemaun tersebut.

Bupati menduga, aksi tersebut memendam unsur politik yang sengaja ingin merusak kinerja pemerintahan Manokwari yang tengah dibangun. Dia pun menegaskan, pihaknya tidak akan berkompromi terkait demonstrasi tersebut.

“Saya tidak setuju dengan demo ini, kalau sampai ada demo besok kalian lihat saja,” ujarnya lagi.

Pada kesempatan itu, ia pun mengibau semua masyarakat besar Arfak tidak ada yang terlibat dalam aksi yang rencana dilaksanakan Rabu (20/4) tersebut. Menurutnya, masih ada waktu yang cukup panjang untuk membahas permasalahan ini.

Komandan Distrik Militer 1703 Manokwari Letkol Inf Andy Parulian Simanjuntak, pada kesempatan itu meminta semua pihak terkait membatalkan rencana aksi itu. Ia tak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Nama besar Manokwari yang merupakan kota injil harus terjaga dengan baik serta terhindar dari gangguan Kamtibmas yang tak diinginkan,” ujarna.

Kapolres Mnaokwari, AKBP Johnny Edizzon Isir juga mengaku, tidak akan menerbitkan izin atas demo tersebut. Pihaknya akan berupaya mengamankan Manokwari dari potensi konflik.

Kapolres menjelaskan, besarnya masa yang akan digalang dalam aksi tersebut akan menyimpan potensi konflik di daerah ini.“Kami tidak akan terbitkan surat aksi tersebut, tetapi kalau memang dipaksakan maka tugas kami akan tetap mengawal. Jika terjadi hal-hal diluar kendali, kami tidak bertanggungjawab,”tegas Kapolres

Beberapa tokoh agama yang hadir pada pertemuan itu bersepakat untuk tidak bergabung dalam aksi, mengingat permasalahan tersebut masih bisa bahas dengan kepala dingin, agar memperoleh solusi terbaik.

Seperti diketaui aksi itu akan digelar Rabu (20/40) di kantor bupati. Aksi itu berisi aspirasi dari Gabungan Persekutuan-Persekutuan Gereja se-Tanah Papua di Provinsi Papua Barat.

Aksi ini untuk mempertanyakan keputusan bupati sebelumnya yang dinilai bimbang menghentikan pembangunan rumah ibadah di Andai.(ACS)

7 comments

  1. Parah !!!! Sepertinya manokwari sdah tdak jelas

  2. Pacee… Contohlah Katong di Fakfak. Fakfak merupakan serambi mekahnya Papua-Papua barat.tapi kami sangat menghargai pembangunan maupun rumah ibadah agama apapun di daerah kami

  3. benar….. z juga setuju, tapi z mau tanya ini kota injil ? yang dimaksud kota injil adalah kota yang pertama di bawah ajaran agama kristen…….berati kota injil orang kristen knp masih ada yng mau berdebat k.trus yang udah di kasih yang ada berati udah knp masih mau ribut lgi k. sudah jelas to…..

  4. bukan dilarang tapi jngan di andai masih banyak tempat sekitar manokwari

Tinggalkan Balasan