Bupati Bernabus A. Imburi bersama Kapolres AKBP Frits Sokoy foto bersama dengan peserta sosialisasi revitalisasi nilai – nilai Pancasila dan kewaspadaan daerah bagi tokoh masyarakat, agama, adat, pemuda dan perempuan di Kabupaten Teluk Wondama, baru – baru ini.

Bupati Wondama tekankan pentingnya pengamalan nilai Pancasila bagi Generasi Muda

WASIOR, Cahayapapua.com— Bupati Teluk Wondama Bernadus A. Imburi menekankan pentingnya pengamalan terhadap nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila akan membentengi masyarakat dari berbagai pengaruh negatif yang bisa mengarah pada konflik sosial bahkan perpecahan bangsa.

Bupati menekankan hal tersebut usai membuka sosialisasi revitalisasi nilai-nilai Pancasila dan Kewaspadaan Daerah di hotel Aitumeiri Inn, Wasior, Jumat (29/9) lalu.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol dengan peserta para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda serta pemangku kepentingan lainnya. “Kita perlu mengenal kembali, mengetahui kembali dan mengamalkan kembali nilai-nilai Pancasila karena dengan berpegang pada itu kita bisa menghindari radikalisme, intoleransi dan hal-hal buruk lainnya,”ujar Bupati.

Bupati mengaku prihatin dengan kondisi dewasa ini di mana nilai-nilai luhur Pancasila sudah mulai ditinggalkan terutama di kalangan generasi muda. Kalangan muda justru lebih terbuka terhadap budaya dan idiologi baru dari luar negeri yang sejatinya bertentangan dengan budaya dan prinsip moral bangsa.

Lebih ironis lagi, banyak generasi muda termasuk yang masih berstatus pelajar bahkan tidak menghafal sila-sila Pancasila.  Karena itu, upaya untuk merevitalisasi nilai-nilai Pancasila perlu terus digalakkan terutama bagi generasi kekinian.

“Kenapa dulu ada P4 (penataran P4 di sekolah-sekolah). Mungkin seperti itu perlu ada lagi dengan nama lain tapi yang penting nilai-nilai Pancasila ini tertanam di dalam generasi Indonesia,” lanjut orang nomor satu Pemkab Wondama ini.

Sebelumnya dalam sambutan, Imburi menyebut di era globalisasi sekarang ini keberlangsungan pembangunan baik yang dilakukan pemerintah pusat maupun daerah  dihadapkan dengan berbagai ancaman dari dalam masyarakat sendiri akibat menurunnya nilai-nilai etika dan moral.

Situasi tersebut kemudian memicu terjadinya krisis moral dimana nilai-nilai keagamaan semakin pudar dan nilai adat positif semakin dipinggirkan. Banyak orang lebih mengagung-agungkan gaya hidup materialistis dan individualistis.

“Melihat situasi nasional seperti sekarang ini maka saya berharap kita semua memegang teguh nilai-nilai Pancasila,”pesan mantan dosen Uncen Jayapura ini.

Di tempat yang sama, Kapolres AKBP Frits Sokoy menyatakan sejauh ini pihaknya belum menemukan ada oknum maupun kelompok yang terkait dengan paham radikal maupun aktivitas yang mengarah pada sentimen SARA.

Meski demikian dia berharap masyarakat tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh dengan informasi maupun hal-hal lain yang belum terbukti kebenarannya.

“Kita di Wondama masih kondusif belum ada yang indikasinya ke sana. Makanya harap para tokoh masyarakat, tokoh agama dan lainnya berperan aktif terus memberikan pembinaan kepada masyarakat,”ujar Frits. (brv)

Leave a Reply

%d bloggers like this: