Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menghadiri Rapat Koordinasi Forum Daerah Otonomi Khusus dan Pameran Hasil Pembangunan Otsus Papua Barat tahun 2017 di Kabupaten Sorong. Para bupati/walikota se Papua Barat berkomitmen mengelola 90 persen dana Otsus yang akan dikirim ke kabupaten/kota mulai tahun depan secara transparan dan bertanggungjawab.

Bupati/walikota sepakat kelola 90% dana Otsus secara transparan

SORONG, Cahayapapua.com— Bupati dan Walikota se Papua Barat menyatakan siap melaksanakan pembangunan Otsus secara transparan dan bertanggungjawab melalui alokasi dana Otsus sebesar 90% yang akan dikirimkan ke kabupaten/kota mulai tahun depan.

Komitmen para kepala daerah ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Forum Daerah Otonomi Khusus dan pameran hasil pembangunan Otsus di Provinsi Papua Barat tahun 2017 yang berlangsung selama 3 hari di Kabupaten Sorong.

Kepala Biro Administrasi Otsus Sekretariat Daerah, Mathias Makambak, Sabtu lalu mengatakan, para kepala daerah menyatakan mereka berkomitmen mengelola dana Otsus secara transparan dan bertanggunbjawab demi kesejahteraan OAP.

Untuk memastikan komitmen tersebut terukur, mereka menyepakati pembentukan Forum Daerah Otsus yang disingkat Fordasus yang ditingkat provinsi diketuai wakil gubernur yang stuktur pengurusnya akan ditetapkan melalui keputusan gubernur Papua Barat.

Selain itu para kepala daerah juga bersepakat tetap menggelar pameran hasil pembangunan Otsus setiap tahun. Rapat Fordasus tahun 2018 sekaligus  pameran hasil pembangunan khusus tahun 2018 di kabupaten Teluk Wondama.

Matias Makambak mengatakan dalam Rakorfordasus dilakukan evaluasi tentang kemajuan maupun kelemahan masing-masing lembaga tingkat provinsi, kabupaten dan kota dalam pelaksanaan otonomi khusus (Otsus)  khusus Papua selama 16 tahun.

Selain itu, juga membahas kebijakan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan yang akan menerapkan pembagian dana Otsus sebesar 90 persen ke kabupaten/kota, sementara hanya 10 persen yang akan dikelola ditingkat provinsi, seperti janji kampanye Dominggus dalam Pilgub.

Sementara itu dalam pameran hasil pembangunan tiga stand mendapat penilaian terbaik yaitu Kabupaten Teluk Bintuni, Sorong Selatan dan Teluk Wondama.

Kabupaten Teluk Bintuni keunggulannya  bisa menyekolahkan  anak-anak ke luar negeri dengan menggunakan dana Otsus, Sorsel menciptakan aspal dan kabupaten yang pertama yang menciptakan buku sensus orang Papua. Untuk Teluk Wondama mampu menciptakan pemberdayaan  masyarakat untuk  menjadi tuan tanah di negeri sendiri. (cr-80/*)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: