Kondisi Distrik Weriagar, Bintuni

Butuh Ratusan Miliar untuk Tangani Abrasi di Weriagar

BINTUNI, CAHAYAPAPUA.com– Potensi bencana abarasi pantai di Distrik Weriagar semakin mengkhawatirkan, sehingga diperlukan langkah-langkah penanganan yang efektif.

Menurut Kepala Bappeda Teluk Bintuni, Dr. Alimudin bahwa daerah tepi pantai di Weriagar sudah semakin tergerus oleh air laut. Sehingga menurutnya pemerintah daerah berupaya untuk segera menangani masalah ini.

“Kalau kita lihat tingkat keparahan tergantung dari waktu. Karena dari waktu ke waktu akan tergerus oleh abrasi dan erosi, mungkin bisa parah. Sehingga kita untuk megakomodisi kepentingan ini, maka pemda punya komitmen untuk membangun ini,” ujarnya saat dikonfirmasi belum lama ini.

Menurutnya, sebelumnya pemerintah daerah telah menawarkan untuk melakukan relokasi penduduk ke daerah yang lebih tinggi. Namun usulan tersebut ditolak oleh masyarakat setempat, karena mereka sudah turun temurun tinggal di wilayah itu.

“Konsep awalnya adalah relokasi masyarakat untuk dipindah keatas. Tapi kajian dan masukan masyarakat bahwa mereka tetap ingin bertahan disitu, sehingga yang dilakukan adalah melakukan proses penanggulangan disitu. Proses akan dibangun secara bertahap,” jelasnya.

Untuk menangani kasus potensi bencana abrasi dan erosi di Weriagar, pemda Teluk Bintuni akan bekerjasama dengan BP Tangguh. Karena rencana penanggulangan tersebut telah termuat dalam dokumen AMDAL BP Tangguh yang akan mengembangkan Train ketiga.

“Ini menjadi salah satu komitmen dalam dokumen AMDAL untuk menangani dampak abrasi atau erosi di Weriagar,” ujar Alimudin.

Untuk melaksanakan rencana tersebut, diakui pihaknya bersama BP Tangguh sudah menandatangani MoU, terkait kontruksi kegaitan maupun pendanaannya.

“Jadi pemda kebagian membangun infrastruktur tanggul dan beberapa bagian lainnya. Nanti ada penanaman mangrove yang diikuti dengan geo back,” jelasnya.

Sementara BP Tangguh akan beranggung jawab membangun perumahan penduduk yang jumlahnya sekitar 370-an rumah dengan menghabiskan anggaran hingga ratusan Miliar Rupiah yang akan dikerja selama 4 tahun.

Dikatakan selain Weriagar, Distrik lain yang juga terancam dampak abrasi adalah Distrik, Tomu.

“Nanti kita di infrastruktur pembangunan tanggul untuk menangani soal Abarsi. Ini kerja sama dengan LAPI ITB untuk merancang konstruksinya. Itu akan dilaksanakan dalam kurun waktu 4 tahun. Untuk tahap pertama dimulai tahun 2016,” terangnya.

“Kita sudah mengkhawatirkan karena air sudah jauh kedalam. Jadi Tomu dan Weriagar, adalah satu paket dan pengerjaannya akan dilakukan secara bertahap,” lanjutnya. |ARI MURTI|EDITOR : BUSTAM