Ilustrasi. | Kompasiana

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com–– Cegah aksi mobilisasi massa dalam Pilkada Rabu 9 Desember besok, pasangan kandidat bupati dan wakil bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan bersama Eddy Budoyo akan menerjunkan 800 saksi di seluruh TPS di wilayah Manokwari.

Strategi ini menurut Demas merupakan salah satu cara untuk mencegah pemilih bodong yang digerakkan untuk memilih kandidat tertentu di Tempat Pemungutan Suara yang dianggap bisa disusupi.

Demas Paulus Mandacan yang berbicara kepada wartawan kemarin, mengatakan, semua saksi yang ditempatkan merupakan warga setempat yang tinggal di sekitar TPS.

Saksi yang berasal dari sekitar TPS menurutnya sudah pasti mengetahui warga setempat. Cara ini juga diyakini dapat mencegah mobilisasi massa dari luar daerah.

Ia mengaku telah mendapat informasi bahwa terdapat sekitar 100 orang pemilih yang didatangkan dari luar Manokwari. Pemilih tersebut menurutnya didatangkan menggunakan kapal laut serta jalur udara.

“Kalau sampai ketemu, kami tidak mau tahu yang penting kandidat lain siap bertanggungjawab, karena semua saksi dan personil kami, semua sudah disiapkan, sehingga kandidat yang mendatangkan pemilih tersebut harus bertanggungjawab,”tegasnya.

Kelurahan Amban, menurut Demas, merupakan salah satu wilayah yang rawan mobolisasi pemilih. Daerah perbatasan antar kabupaten juga demikian.

Terlepas dari hal itu Demas mengajak kandidat dan tim sukses dapat bersaing dengan sehat, sehingga Pilkada serentak ini dapat berjalan aman dan damai. |ADITH SETYAWAN

Leave a Reply