Kapolri, Gubernur Papua BARAT DAN Kapolda Papua Barat. (FOTO : DIVISI HUMAS POLRI)

Cerita dibalik pemberian nama RS Bhayangkara Lodwijk Mandacan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Tokoh Arfak, Lodwijk Mandacan namanya tercantum pada rumah sakit Bhayangkara Polda Papua Barat. Bapak dari Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan ini didedikasikan atas jasa-jasanya dalam perjuangan mempertahankan Papua kedalam NKRI.

Pemberian nama Lodwijk Mandacan melalui perdebatan panjang ditubuh pejabat tinggi Polri. Saat itu ada yang menawarkan nama pahlawan polisi namun ada juga yang mengusul nama program promoter yang dicanangkan Kapolri, bahkan nama angkatan Kapolri turut diusulkan. Namun seluruhnya tidak disepakati.

“Dalam pengusulan nama ini sempat terlintas dipikiran saya wajah Pak Gubernur Dominggus Mandacan, kemudian saya kaitkan dengan nama rumah sakit Marthin Indey yang punya Kodam Cenderawasih, nah itu bapaknya pak gubernur tokoh besar, dia merupakan pejuang integrasi,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, saat menyampaikan sambutan peresmian Mapolda Papua Barat yang disatukan dengan rumah sakit Bhayangkara Lodwijk Mandacan, di Andai, Senin.

Lodwijk Mandacan seperti dikatakan Tito merupakan pejuang asal suku Arfak yang pertama kali memimpin warga untuk mengibarkan bendera merah putih di Lapangan Borarsi Manokwari kala persetruan antara Pemerintah Belanda dengan Indonesia dalam perebutan Irian Barat.

Sebelumnya pada perang dunia saat Indonesia dijajah Jepang, Lodwijk Mandacan sebagai seorang kepala suku Arfak pernah menerima pemerintahan Belanda masuk untuk membangun daerahnya. Pasca Pemerintahan Belanda saat itu dia juga menerima suku nusantara masuk di Manokwari yang kala itu merupakan kampung kecil, lalu kini jadi kabupaten bahkan ibukota Papua Barat.

“Saat perang dunia ke II bapak Lodwijk juga turut membantu sekutu, saat itu dipasok senjata yang masuk lewat Sidey kemudian digunakan oleh sekutu melawan Jepang yang saat itu menduduki daerah Manokwari,” kenang Dominggus Mandacan yang merupakan putra dari Lodwijk.

Saat masih pendudukan Belanda di Manokwari, Lodwijk diberi pangkat kapten oleh Pemerintahan Nederland. Penerimaan pangkat, seperti dituturkan Dominggus, berlangsung di Pulau Numfor Biak.

“Saat orang tua saya meninggal dimakamkan di taman makam pahlawan TMP jalan Pahlawan Sanggeng. Itulah sebuah penghargaan yang diberikan Negara bagi pejuang kemerdekaan,” katanya lagi.

Sementara itu Tito menambahkan, pemberian nama Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat dengan nama Lodwijk Mandacan, berarti merupakan penegasan, bahwa seluruh aktivitas rumah sakit dalam pelayanan kesehatan, termasuk bantuan kesehatan berarti berasal almarhum Lodwijk Mandacan. (mar) 

Leave a Reply

%d bloggers like this: