Suasana pembukaan Konfereransi Masyarakat Adat III DAK Kaimana.

DAK Gelar Konferensi Adat III

KAIMANA, Cahayapapua.com– “Kembali ke Jati Diri Adat Kaimana.” Demikian tema yang diusung pada kegiatan Konferensi Daerah ke-III Masyarakat Adat Kaimana bertempat di Gedung Pertemuan Casuarina Krooy, 9-11 Maret 2016. Kegiatan yang dibuka Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kaimana Wahab Pical, S.Sos, mewakili Pemerintah Daerah ini bertujuan menetapkan kepengurusan baru Dewan Adat Kaimana periode 2016-2021 dan menetapkan agenda kerja lima tahunan.

Dalam kegiatan yang melibatkan perwakilan delapan suku asli serta dihadiri Sekretaris Dewan Adat Papua Leonard Imbiri, Koordinator Dewan Adat Papua Wilayah Bomberay, perwakilan TNI, Polri dan perwakilan suku nusantara ini, Wahab Pical mengatakan, masyarakat adat mempunyai peran yang sangat penting dalam mendukung hadirnya sebuah kabupaten. Untuk itu Pemerintah Daerah akan terus memberikan dukungan kepada Dewan Adat Kaimana sebagai mitra kerja yang solid dalam mendukung suksesnya program pembangunan di Kabupaten Kaimana.

Kadis Dukcapil ini juga berharap, konferensi masyarakat adat yang dilaksanakan bisa menghasilkan rumusan yang strategis bagi terciptanya persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Kaimana. Untuk kepengurusan baru yang nanti terpilih, Wahab Pical berpesan agar melakukan penataan kembali sistim berorganissai, mengelola organisasi secara profesional serta lebih maksimal melakukan koordinasi baik intern dewan adat maupun dengan Pemerintah Daerah untuk Kaimana yang lebih baik.

Kesempatan yang sama Sekretaris DAP Pusat Leonard Imbiri dalam sambutannya juga mengatakan, konferensi adat daerah merupakan bagian dari upaya dewan adat mencari dan menemukan jati diri. Ia berharap melalui konferensi masyarakat adat yang ke-III di Kabupaten Kaimana ini lahir komitmen atau kesepakatan bersama bahwa upaya mencari dan menemukan jati diri harus menjadi komitmen bersama seluruh masyarakat terutama masyarakat pribumi.

Sebelumnya, Ketua Panitia Konferda, Agustinus Tumanat dalam laporannya mengatakan, konferensi masyarakat adat Kaimana ke-III tahun 2016 merupakan mekanisme pengambilan keputusan Dewan adat Daerah Kaimana yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali untuk membuat dan menetapkan program kerja dewan adat sebagai kebutuhan lembaga serta tuntutan dinamika sosial ekonomi, politik dan kondisi aktual masyarakat adat.

Dikatakan, konferensi masyarakat adat Kaimana juga dilaksanakan untuk melakukan kajian terhadap ketahanan nilai-nilai budaya dalam hal ini penguatan terhadap hukum adat, norma-norma adat, filosofi serta kearifan lokal sebagai identitas orang Papua yang bertumpuh pada konsep manajemen struktur kepemimpinan adat dan sejauh mana nilai-nilai itu mampu mempengaruhi kinerja lembaga dan berdampak terhadap kehidupan masyarakat adat Kaimana. (ISA)

Tinggalkan Balasan