Jumlah Perkebunan Sawit yang Beroperasi di Tanah Papua (http://docplayer.info)

Dana CSR ANJ Grup untuk 4 Kampung di Sorsel Dinilai Tak Jelas

SORONG, Cahayapapua.com— Bentuk pengabdian perusahaan kepala sawit kepada masyarakat sekitar areal kebun yaitu melalui program Corporate Social Responsibility atau yang lebih dikenal dengan CSR. Program ini merupakan program dari perusahaan Kelapa Sawit kepada masyarakat dapat berupa uang tunai dan material.

Namun kenyataan dilapangan khususnya di Kabupaten Sorong Selatan seperti di Kampung Benawa I dan Sumano, Puragi dan Kaiso tidak pernah merasakan yang namanya dana CSR dari dua perusahaan perkebunan Kelapa Sawit yang tergabung dalam ANJ Grup yang sudah beroperasi kurang lebih 3 tahun di keempat daerah teresebut.

Demikian dikatakan Ketua Tim Kuasa Hukum Masyarakat Benawa I dan Sumano (Suku Awe’e) Distrik Kais, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat, Josep Titirlolobi/Hohame saat ditemui media ini dikediamannya di Sorong, Sore kemarin.

“Dana CSR yang seharusnya dinikmati oleh masyarakat disekitar lahan perusahaan perkebunan kelapa sawit tidak pernah dirasakan oleh kampung-kampung yang lahannya sudah dipakai oleh perusahaan PPM dan PMP,” terang Josep.

Menurut Josep, bentuk kerjasama perusahaan dengan masyarakat ini dapat berupa bantuan finansial dan material, dengan tujuan untuk menjalin kemitraan antara perusahaan, masyarakat dan pemerintah daerah.

Lanjut Josep, hampir semua perusahaan perkebunan kelapa sawit dalam menjalankan program CSR melalui pola kemitraan dimana perusahaan sebagai pemberi modal usaha bagi petani plasma, dengan begitu perusahaan telah berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar perusahaan.

Namun kata Josep, untuk ANJ Grup tidak pernah melakukan hal tersebut bahkan bukan mensejahterakan masyarakat tetapi mencekik leher dari masyarakat dengan upah yang diberikan sangat jauh dari Upah Minimum Regional (UMR) Provinsi Papua Barat.

Josep menambahkan, pembangunan infrastruktur jalan dalam kampung juga tidak mendapat bantuan dari pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit, begitu juga dengan penerangan tidak mendapat bantuan padahal semua itu sudah menjadi kewajiban dari perusahaan yang menggunakan lahan masyarakat untuk menjalankan bisnis mereka dalam bidang perkebunan Kelapa Sawit.

Josep mengakui bahwa pihak perusahaan pernah membangun air bersih kepada masyarakat namun air yang dihasilkan tidak dapat dijadikan sebagai air minum karena kualitasnya tidak bagus akhirnya masyarakat membangun sendiri dengan menggunakan dana  desa yang dikucurkan dari pemerintah pusat melalui Pemeritah Kabupaten Sorong Selatan sehingga semua kebutuhan kampung dapat terpenuhi padahal melalui dana CSR perusahaan dapat membangun fasilitas pendidikan membangun infrastruktur serta fasilitas kesehatan bahkan dapat menerapkan pola tanggung jawab sosial melalui pemberian beasiswa pendidikan dan pengembangan desa mandiri.

Menurut Josep, dengan dana CSR apabila diterapkan dan dikelola dengan baik oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit di empat kampung ini akan membawa kontribusi nyata bagi masyarakat, karena tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat saja tetapi berdampak luas untuk pemerintah daerah melalui pajak dan pembangunan infrastruktur.

Selain itu juga kata Josep, dengan adanya program CSR, perputaran roda ekonomi semakin membaik mulai dari desa sampai kota atau kabupaten yang mempu memunculkan kemandirian masyarakat. Bahkan, program CSR mampu menekan tindakan kriminal di wilayah perkebunan kelapa sawit karena mendapat respon positif dari masyarakat sekitar kebun.

“Namun sangat disayangkan program CSR dari dua perusahaan PPM dan PMP tidak diterapkan dengan baik di empat kampung yang mana hutan mereka sudah hancur, situs sejarah dari leluhur mereka sudah berantakan tetapi apa yang dapat masyarakat rasakan dengan kehadiran perusahaan perekebunan kelapa sawit ini.

Padahal masyarakat saat berharap dengan kehadiran perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah mereka dapat mendatangkan berkat yang berlimpah bagi anak cucu mereka tetapi nyatanya semua hanya hanyalan dan yang mereka terima hanya penyesalan.” (JOS/*)

Tinggalkan Balasan