Ilustrasi, Dana Desa

DANA DESA MANOKWARI MENGENDAP 4 BULAN DI KAS DAERAH

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com— Pemerintah Kabupaten Manokwari sampai sekarang ini belum juga menyalurkan dana desa tahun 2015. Padahal penyaluran tahap I semestinya sudah dilakukan pada bulan April lalu dan menyusul tahap II pada Juli. Ini berarti sudah sekitar 4 bulan dana desa mengendap begitu saja di kas Pemda.

“Kita memang sudah sangat terlambat. Sekarang sudah harus tahap III tapi kita belum pencairan sama sekali, “ kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Robert Rumbekwan usai mengikuti kegiatan di Swissbel-Hotel Manokwari, Senin siang.

Mengingat waktu yang sudah semakin sempit, kata Robi, demikian panggilan karibnya, maka penyaluran dana desa tahap I diharapkan bisa dilakukan dalam minggu ini juga.

Dan ditargetkan penyerapan anggaran tahap I paling lambat dua minggu sehingga pada akhir September atau paling lambat awal Oktober pencairan tahap II bisa dilakukan. Selanjutnya untuk tahap III diharapkan sudah bisa dikucurkan pada akhir Oktober nanti.

Oleh karena itu, selain mempercepat penuntasan dokumen yang menjadi syarat pencairan dana desa seperti RPJM kampung, RKP Kampung dan APBD Kampung, untuk tahun 2015 ini semua kampung sudah dihimbau agar tidak mengusulkan kegiatan fisik.

Sebab, jika memaksakan kegiatan fisik sudah hampir dipastikan tidak akan bisa selesai mengingat waktu kerja efektif yang hanya kurang dari 2 pekan. Hal ini dilakukan agar Manokwari bisa terhindar dari sangsi sebagai akibat dari minimnya serapan dana.

“Karena kalau kita tidak selesaikan proses dana desa yang ada ini, tahun berikut mungkin kita di Manokwari tidak diberikan dana desa, “ ujar mantan Kabag Umum Setda ini.

“Jadi memang semangat orang-orang di kampung itu maunya kerja fisik, tapi dengan range waktu yang ada itu sulit. Makanya kami sudah sampaikan semangat itu boleh, tapi jangan sampai semangat itu mengorbankan kita di tahun depan, “ lanjut dia.

Adapun nilai dana desa yang diterima Pemkab Manokwari tahun ini adalah Rp.44 miliar dari APBN. Sesuai ketentuan, tahap I dicairkan 40 persen, tahap II juga 40 persen dan sisanya 20 persen pada tahap III.

Dengan jumlah kampung sebanyak 164 buah, diperkirakan setiap kampung menerima minimal Rp.200 juta.
Sementara dari APBD disiapkan 16 miliar dalam bentuk alokasi dana desa (ADD) yang mana masing-masing kampung akan mendapat kurang lebih Rp.100 juta. ADD ini pun baru terserap sebagian untuk pembayaran honor kepala kampung dan aparatur kampung beserta Bamuskam dan anggotanya.

“Kita harapkan semuanya pada minggu ini mulai disalurkan ke kampung, “ pungkas Rumbekwan. |ZACK TONU BALA