Sosialisasi Penyaluran Dana Desa 2016 Oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung di Kantor Distrik Rasiei, Kamis 7 April 2016.

Dana Desa di Wondama Melonjak

WASIOR , Cahayapapua.com– Tahun 2016, Kabupaten Teluk Wondama mendapat Dana Desa (DD) dari APBN sebesar Rp.47,9 miliar lebih. Pagu DD ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2015 yang hanya sebesar Rp.21 miliar lebih.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (BPMPK) Hendrik Rico Tetelepta mengungkapkan, DD tahap I sebesar 60 persen sudah masuk ke kas daerah per 1 April lalu. Nilainya adalah Rp.28,7 miliar lebih.

“Kami harap 7 hari setelah dana masuk kas daerah, sesuai aturan sudah berpindah ke rekening desa,” ucap Tetelepta usai memberikan sosialisasi tentang pagu anggaran DD tahun 2016 di distrik Rasiei yang dihadiri para kepala kampung dan aparatur kampung lainnya.

Namun untuk bisa mencairkan dana tahap I, ke-75 kampung di Wondama harus terlebih dahulu menyerahkan tiga dokumen yang menjadi persyaratan. Yakni Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (RPJMKam), Rencana Kerja Pemerintah Kampung (RKPKam) dan dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBDKam).“Sementara ini tiga dokumen itu lagi disiapkan oleh pendamping kampung,” ujar Tetelepta.

Mantan Kepala Bappeda ini berharap kenaikan pagu DD yang mencapai dua kali lipat dari tahun lalu mampu mendatangkan manfaat yang besar bagi masyarakat di 75 kampung di Wondama.

“Kami harap nantinya masyarakat terlibat langsung mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Mereka tidak sebagai penonton, tapi sebagai subjek dalam melaksanakan semua program dan kegiatan dari DD ini,” kata Tetelepta.

Selain DD yang bersumber dari APBN, Tetelepta menambahkan, seluruh kampung di Wondama juga menerima kucuran Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD. Untuk tahun 2016, pagu ADD sebesar Rp.45 miliar.

ADD dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pemerintahan dan pembangunan di desa. Antara lain untuk honor aparatur kampung juga operasional kepala kampung dan lainnya. Dengan demikian setiap kampung di Wondama pada tahun 2016 akan  mengelolah dana mencapai Rp.1,2 miliar hingga 1,4 miliar.

“Ini belum termasuk dana Otsus sebesar 100 juta. Sampai sekarang kami belum mendapat petunjuk teknisnya. Biasanya langsung ke rekening kepala kampung tapi kabarnya tahun ini dana Otsus akan masuk ke APBD kampung,” imbuh mantan Kepala Dinas Pendidikan Wondama ini.

Ditemui di tempat yang sama, Sekretaris Distrik Rasiei Manoa Auri menyatakan, sesuai kewenangan yang diberikan kepada pemerintah distrik, pihaknya akan mengawal dan mengawasi realisasi DD tahun 2016 pada 9 kampung di distrik Rasiei.“Kami tidak mau program ini terbengkalai atau tidak tepat pada sasaran,” ucap Manoa.(BRV)

Tinggalkan Balasan