Wakil Bupati Paulus Indubri Menyerahkan Paket Bantuan Kepada Ibu-ibu di Distrik Roon

Dana Kampung 1,2 Miliar, Nasib Ibu-ibu di Kampung Agar Diperhatikan

WASIOR, Cahayapapua.com—– Kepala kampung di Kabupaten Teluk Wondama agar mengalokasikan sebagian  Dana Desa yang bersumber dari APBN untuk pemberdayaan perempuan dan anak-anak.

Kaum perempuan terutama ibu-ibu di kampung perlu diberdayakan sehingga mereka juga berkesempatan untuk mengembangkan diri agar tidak selamanya hanya duduk di dapur dan mengurus anak semata.

Pesan itu disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Teluk Wondama Merlin Imburi kepada warga yang dikunjungi Bupati Bernadus Imburi dan Wakil Bupati Paulus Indubri dalam rangkaian kunjungan kerja perdana ke 8 distrik, Selasa-Kamis lalu.

“Saya minta kepada Bapak-bapak Kepala Kampung agar menyisihkan 10 atau 15 persen dana kampung (Dana Desa) untuk membantu ibu-ibu dan anak-anak melalui PKK, “ ujar istri Bupati Teluk Wondama ini.

Tahun 2016, pagu Dana Desa untuk Kabupaten Teluk Wondama meningkat menjadi 47 miliar. Ditambah dengan Alokasi Dana Kampung (ADK) dari APBD sebesar 45miliar,  maka 75 kampung di Wondama akan menerima dana sedikitnya Rp. 1,2 miliar per kampung.

Lebih lanjut, mantan Plt Rektor Unipa Manokwari itu juga menghimbau agar  ada perhatian khusus terhadap para ibu hamil juga anak-anak usia sekolah. Jika memungkinkan, dia berharap, setiap kampung menyediakan anggaran untuk pengadaan makanan tambahan bagi ibu hamil serta dana untuk menunjang pendidikan anak usia dini (PAUD).

“Kenapa ibu-ibu hamil harus diperhatikan karena mereka mengandung generasi penerus, “ ucap Merlin.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung Hendrik Tetelepta menuturkan, pihaknya tengah menggodok draf peraturan bupati yang mengatur tentang adanya anggaran dari Dana Desa untuk pemberdayaan perempuan.

“Kita sedang menyiapkan peraturan bupati untuk atur itu supaya setiap kampung wajib menyiapkan dana untuk pemberdayaan perempuan, sehingga mulai tahun depan akan ada beberapa prosen dari Dana Desa untuk kaum perempuan. Mungkin antara 10 sampai 15 prosen, “ terang Tetelepta. (BRV)

Tinggalkan Balasan