Baliho berisi informasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Kampung Banjar Ausoy Distrik Manimeri, Teluk Bintuni, Papua Barat, dipampang di depan kantor kampung tersebut.
Baliho berisi informasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Kampung Banjar Ausoy Distrik Manimeri, Teluk Bintuni, Papua Barat, dipampang di depan kantor kampung tersebut.

Dana Kampung Ausoy Sebagian Besar Digunakan Bangun Jalan

BINTUNI, Cahayapapua.com— Kampung Banjar Ausoy SP 4, Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni mulai merealisasikan dana kampung tahun 2016 tahap pertama. Salah satu yang diprioritaskan yakni penghamparan jalan usaha tani sepanjang 600 meter.

Kepala Kampung Banjar Ausoy, Sudirman, Jumat, mengatakan, ada tiga sumber pendapatan transfer tahun anggaran 2016, diantaranya Dana Desa (DD) sebesar Rp. 684 juta lebih, Alokasi Dana Desa (ADD) Rp. 617 juta lebih, dan Dana Otsus Rp. 100 juta yang pencairannya dibagi menjadi dua tahap.

“Pencairan tahap pertama sebesar RP. 781 juta lebih dari AD dan ADD, ditambah dengan dana Otsus Rp. 50 juta. Jadi total yang masuk ke kas kampung sebesar Rp. 831 juta lebih,” kata Sudirman diruang kerjanya.

Lebih lanjut Sudirman menjelaskan secara rinci, anggaran-anggaran tersebut sebagian besar untuk membiayai program pembangunan kampung, diantaranya proyek penghamparan jalan usaha tani sebesar Rp. 314 juta lebih, pembangunan MCK TK Pniel Rp. 46 juta lebih, pembangunan dua gapura jalur sebesar Rp. 23 juta lebih, pembangunan gorong-gorong Makam sebesar Rp. 34 juta lebih, dan renovasi balai kampung sebesar Rp. 113 juta lebih.

“Untuk penghamparan jalan usaha tani, pemerintah kampung sudah merencanakan akan menghampar sepanjang 1200 meter, namun karena keterbatasan anggaran di tahap pertama baru 600 meter, sisanya akan dilanjutkan ditahap kedua,” katanya.

Dikatakanya, pembangunan proyek pekerjaan fisik tersebut sebagian saat ini sudah mencapai 75 persen dan diperkirakan akan selesai akhir November ini.

“Untuk tahap pertama ini pembangunan fisik sudah mau selesai, kita akan mengejar untuk persiapan pencairan tahap kedua. Karena tidak boleh melewati Desember, semua sudah selesai tinggal renovasi balai kampung yang tinggal pasang keramik dan plafon,” ungkapnya.

Dia menambahkan dengan adanya program membangun dari kampung ini, masyarakat sangat merasakan dampaknya. Dengan adanya penghamparan jalan pertanian ini memudahkan para petani dalam melakukan mobilisasi pertanian.

Selain itu, program pembinaan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat juga dilaksanakan guna meningkatkan perekonomian masyarakat di kampung tersebut. (ART)

Tinggalkan Balasan