Evaluasi dana Otsus tahun 2014 oleh Bappeda Papua Barat di Manokwari, Kamis (18/12/2014). Foto CAHAYAPAPUA.com | Dina Rianti

Dana Otsus Kabupaten/kota di Papua Barat Tahun 2015 Berkurang

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com- Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk Provinsi Papua Barat tahun 2015 dipastikan akan berkurang dibanding tahun 2014 untuk sejumlah kabupaten/kota.

Kepala Badan Keuangan dan Asset Daerah Provinsi Papua Barat Abia Ullu mengatakan, dana Otsus untuk Papua Barat turun karena adanya penambahan dua kabupaten pemekaran baru yakni Manokwari Selatan dan Pegungan Arfak.

“Juga penambahan kampung di Papua Barat yang jumlahnya semakin meningkat, dari 174 kampung menjadi 206 kampung ditahun 2015,“kata Abia Ullu dalam pemaparan evaluasi Otsus Papua Baratdi Hotel Aston Manokwari, Kamis (18/12/2014).

Dikatakan, pembagian dana otonomi khusus Papua dan Papua Barat berdasarkan kesepakatan antar dua provinsi ini bersama DPR RI yakni sebanyak 70% untuk Provinsi Papua dan 30% untuk Provinsi Papua Barat.

Pembagian dana Otsus variabelnya berdasarkan jumlah penduduk, jumlah penduduk asli Papua, luas wilayah 30%, IPM 10%, IKK 30%.

Pembagian dana Otsus untuk Papua Barat yang nilainya Rp 2 triliun lebih tahun 2014 terbagi dana respek Rp 172 miliar. Sisanya 30 persen untuk provinsi dengan jumlah Rp 562 miliar dan untuk kabupaten/kota 70 persen atau Rp 1,3 triliun.

Sementara untuk hasil pembobotan 70 persen ke kabupaten/kota.

Berikut rincian berkurangnya dana Otsus untuk tiap kabupaten untuk tahun 2015 dibanding 2014 di Papua Barat:

  1. Fakfak (2014) Rp. 117 miliar, (2015) menjadi Rp 115 miliar
  2. Manokwari dari Rp 144 miliar menjadi Rp 130 miliar
  3. Sorong, Rp 102 miliar menjadi Rp 96 miliar
  4. Kota Sorong, Rp 127 miliar menjadi Rp 118 miliar
  5. Raja Ampat, Rp 107 miliar menjadi Rp 104 miliar
  6. Sorong Selatan, Rp 98 miliar menjadi Rp 90 miliar
  7. Teluk Bintuni, Rp 130 miliar menjadi jadi Rp 123 miliar
  8. Teluk Wondama, Rp 88 miliar menjadi Rp 81 miliar
  9. Kaimana, Rp 117 miliar menjadi Rp 112 miliar
  10. Tamrauw, Rp 92 miliar menjadi Rp 86 miliar
  11. Maybrat, Rp 108 miliar menjadi Rp. 100 miliar.

Untuk dua kabupaten baru Mansel yang tadinya Rp 35 miliar menjadi Rp 83 miliar ditahun 2015. Sedangkan Pegaf dari Rp 35 miliar menjadi 92 miliar. Pegaf lebih banyak mendapatkan dana Otsus karena didominasi jumlah penduduk asli Papua. |DINA RIANTI

2 comments

  1. Segera periksa dan tuntaskan antsus yang selama ini tidak berlaku di dareh dan kabupaten kota propinsi papua barat dan papua.
    Dana otsus adalah dana yang dikususkan baut kemakmuran rakyat papua seutuhnya, bukan untuk para pejabatnya.
    Di himbaukan kepada seluruh walikota-walikota papua dan terlebih kususnya kota sorong, agar secepatnya menjalankan dan fungsikan pendidikan gartis bagi warga sipil papua.

  2. Abidin syukur

    Mohon diperiksa kepala distrik dan kepala- kepala kampung sedistrik tiplol mayalibit kabupaten Raja Ampat. karena dana otsus per kampung tu tidak sampai ke masyarakat . Alasannya dana ini adalah gaji tambahan kepala- kepala kampung dan masyarakat tidak perlu berbicara tentang dana tersebut.
    Kalau memang hal ini betul maka besok desember jangan libatkan masyarakat untuk pelihan kpala daerah . mohon ditindak lanjuti sebelum pencairan tahap kedua.

Tinggalkan Balasan