Dana Otsus yang mengalir ke Tanah Papua. Sumber: Pattiro

Dana Otsus, Pemkab Mansel Tangkis Tudingan Max Ahoren

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com—- Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) membantah telah terjadi penyimpangan dalam pemanfaatan dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2014.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mansel Irwanto menegaskan, dana Otsus tahun 2014 sebesar 35 miliar lebih telah dialokasikan sesuai amanat UU Otsus sehingga semuanya bisa dipertangungjawabkan.

“Plafon dana Otsus 35 miliar, kita alokasikan sesuai UU (nomor 21 tahun 2001 tentang Otsus Papua) 30 persen (10 miliar lebih) untuk pendidikan, 15 persen (5 miliar lebih) kesehatan dan sisanya antara lain infrastruktur yakni 19 miliar lebih tersebar di dinas PU, Sosial, Pertanian dan Perikanan, “ jelas Irwanto di Manokwari, Minggu petang (22/2).

Penjelasan Irwanto ini mengklarifikasi pernyataan yang dilontarkan Maxi Ahoren yang termuat dalam media massa lokal beberapa hari lalu yang mensinyalir adanya penyelewengan dana Otsus oleh Plt Bupati Mansel Edi Budoyo.

“Jadi semua yang dibicarakan dalam koran itu tidak benar dan menyesatkan,” tandas Irwanto.

Menurutnya, sesuai kebijakan Plt Bupati Mansel, semua dana Otsus dibelanjakan untuk kepentingan masyarakat. Tidak ada sama sekali pagu dana Otsus yang dialokasikan untuk belanja pegawai, termasuk belanja ATK, perjalanan dinas maupun honorarium.

“Dana Otsus kita murni ke masyarakat. Bisa dicek di APBD kita. Alokasi ini sudah dibahas di tingkat provinsi sehingga kalau ada hal-hal yang menyimpang pasti provinsi sudah evaluasi dan memberikan rekomendasi untuk perubahan. Soal pertangungjawaban itu ada di SKPD masing-masing bukan di Bupati, “ lanjut dia.

Karena itu, ia menilai pernyataan bahwa adanya penyimpangan dana Otsus sebagaimana yang dilansir media beberapa hari lalu sebagai sesuatu yang tidak berdasar dan sengaja mendiskreditkan Plt Bupati Mansel.

“Yang selama ini bicara hanya itu-itu saja, berarti ini ada sentimen pribadi. Kalau begitu ya diakhiri saja. Dia (Maxi Ahoren) tidak boleh klaim diri sebagai tokoh masyarakat Mansel. Kalau tokoh kan seharusnya saat Pileg kemarin dia terpilih, buktinya kan tidak. Jadi ini menokohkan diri, tapi kalau dikatakan tokoh masyarakat, saya rasa belum, “ pungkas Irwanto. |ZACK TONU BALA

Tinggalkan Balasan