Ilustrasi. Foto: Ist

Dana Wisata ke Israel Dipakai Beli Peti Mati

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com— Banjir bandang yang meluluh lantakkan kota Wasior dan sekitarnya  di Kabupaten Teluk Wondama, Oktober 2010 lalu hingga kini masih menyisakan rasa trauma yang mendalam bagi warga setempat. Namun dibalik upaya pemerintah daerah setempat untuk membantu para korban, terselip sengkarut masalah soal anggaran yang digunakan untuk membiayai penanggulangan bencana itu.

Masalah inilah yang menyeret  Mantan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Teluk Wondama, Agus Yulianto sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)  Papua Barat.

Ia menjadi terdakwa, setelah mengalihkan penggunaan Dana Perjalanan Wisata Rohani sebesar 1,5 miliar untuk kegiatan penanggulangan bencana yang seharusnya menggunakan anggaran dari alokasi dana tak terduga.

Dana Wisata Rohani ke Yerusalem Israel dialokasikan oleh Pemkab setempat pada  2010 dalam APBD sebesar Rp. 3 miliar.

Posisi Agus makin pelik karena menurut penyidik, pengalihan dana wisata Rohani untuk penanggulangan bencana tidak melalui persetujuan DPRD Teluk Wondama.

Lanjutan sidang kasus ini kembali digelar kemarin di Pengadilan Tipikor Papua Barat di Manokwari. Ada tiga saksi yang dihadirkan untuk menyampaikan keterangan di depan hakim.

Satu saksi, yang ketika bencana terjadi ditugaskan membantu kerja-kerja penanggulangan di Posko yang dipusatkan di kediaman Bupati Alberth Torey di Manokwari mengaku menerima uang.  Meski begitu ia mengaku tidak tahu asal uang itu.

Karena ditugaskan di Posko bencana, maka yang ia tahu uang yang ia terima itu digunakan untuk kerja-kerja penanggulangan bencana. “Peti mati pun saya beli pakai uang itu,” aku ibu ini kepada Hakim.

Berdasarkan hasil verfikasi yang dilakukan oleh penyidik, dana sebesar 1,5 miliar tersebut dicairkan sehari pasca banjir Bandang Wasior, Oktober 2010.

Agus Yulianto juga terseret dalam tindak pidana korupsi dana bantuan sosial (Bansos) Wondama beberapa tahun lalu. Hadir di pengadilan, Agus terlihat santai. Sesekali ia tersenyum kepada wartawan. Keterangannya kepada hakim pun disampaikan dengan nada yang lugas.| PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

 

Tinggalkan Balasan