Danrem 171/PVT Sorong, Brigjend TNI, Widi Andaru bersama Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Royke Lumoa.

Danrem 171/ PVT Sebut Samuel Diduga Kuat Terlibat Pembunuhan Frelly

SORONG, CAHAYAPAPUA.com— Komandan Komando Resor Militer 171/Praja Vira Tama Sorong, Brigadir Jenderal TNI Purnawan Widi Andaru menyatakan bahwa salah satu anggotanya, Samuel Jitmau, diduga kuat terlibat dalam kasus pembunuhan sadis yang menimpa satu keluarga di Kabupaten Teluk Bintuni, 25 Agustus lalu.

Terkait dugaan tersebut, Widi menyatakan kooperatif sejak awal kasus ini diusut polisi dan tidak akan menghalang-halangi proses hukum.
“Dari hasil yang saya dapatkan, diduga kuat ada keterlibatan anggota saya. Saya dari awal kooperatif. Dia sudah saya tahan karena ada keterkaitannya dengan barang bukti. Tapi kami masih perlu mendalami. Nanti kami akan sampaikan lagi apakah anggota kami ini terlibat atau tidak,” kata Widi kepada wartawan di ruang VIP Bandara DEO Kota Sorong, Senin (21/9).

Widi menegaskan, jika benar anggotanya itu adalah pelaku atau terlibat dalam kasus ini, maka Samuel akan dihukum seberat-beratnya dan dipecat sebagai anggota TNI.  “Saya tidak menghalang-halangi proses hukum ini. Kalau memang terbukti akan dihukum seberat-beratnya, bahkan pada pasal pemecatan. Namun sampai sekarang masih berstatus sebagai saksi,” ujarnya.

Kemarin, Samuel mulai menjalani penahanan dan pemeriksaan di Markas Polisi Militer TNI AD di Jayapura.
Kapolda Papua Barat Brigadir Jenderal Royke Lumoa menyatakan pihaknya saat ini memfokuskan penyelidikan soal keterlibatan Samuel dalam kasus pembunuhan sadis tersebut.

Kapolda enggan menanggapi pertanyaan wartawan soal dugaan keterlibatan 4 saksi kunci lain. Jumat akhir pekan lalu, Kapolda Royke berjanji akan mengungkap kasus ini paling cepat 2 hari atau paling lambat 7 hari. Pernyataan ini ia sampaikan saat Markas Polda Papua Barat digeruduk sekitar 6 ribu warga Manokwari yang menuntut polisi segera menuntaskan kasus ini.

Frelly Dian Sari, 26 tahun, yang dikabarkan sedang mengandung, bersama dua orang anaknya, Cicilia Putri Natalia, 6 tahun, dan Andika, 2 tahun, ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengenaskan di rumah mereka Distrik Sibena Teluk Bintuni 27 Agustus lalu. Polisi menduga korban dibunuh pada 25 Agustus.

Jasad ketiganya diketahui setelah salah satu keluarga korban hendak menyalakan lampu di rumah korban karena rumah terlihat gelap. Saat kejadian tersebut, suami korban tengah melakukan tugas sebagai seorang guru pengajar di salah satu sekolah di Distrik Yansey. | M. NASIR
Editor: Patrix Barumbun Tandirerung