Ilustrasi

DANREM : Manokwari Selatan lumbung padi Papua Barat

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kabupaten Manokwari Selatan dinilai menjadi salah satu kawasan lumbung padi di wilayah Provinsi Papua Barat.

Komandan Resort Militer 171/Prajaviratama/Sorong Brigjen TNI Ignayius Yogo Triyono di Manokwari, beberapa waktu lalu, mengatakan, tahun ini Papua Barat memperoleh jatah program cetak sawah seluas 1.999 hektare. Manokwari Selatan mendapat jatah paling besar dari daerah lain.

Program cetak sawah di daerah tersebut dilaksanakan Kodim 1703 Manokwari. Luas sawah di Kabupaten baru ini terus bertambah melalui perogram tersebut.

“Bupati Manokwari Selatan cukup bagus. Beliau menyambut baik program ini beliau juga semakin opmitimis swasembada beras di daerah itu terwujud bahkan bisa menjadi lumbung padi bagi Papua Barat bahkan Nasional,” katanya.

Dia mengutarakan, selain Manokwari Selatan, program cetak sawah di Papua Barat tahun ini dilaksanakan di Manokwari, Fakfak, Raja Ampat, dan Teluk Wondama.

Di Raja Ampat, kata dia, program tersebut dilaksanakan di wilayah Distrik Misol. Dia berharap, penataan lahan sawah dilokasi tersebut dilakukan secara baik agar bisa menjadi salah satu destinasi wisata pendukung.

Yogo menyebutkan, cetak sawah 2017 secara nasional serentak dilakanakan sejak Juni. Ditargetkan, program tersebut tuntas pada September 2017.

Program cetak sawah membawa dampak positif cukup signifikan bagi ketahanan Nasional. Program ini memutus mata rantai ketergantungan beras Indonesia dengan daerah lain.

“Program ini terbukti mampu meningkatkan produksi padi Nasional. Sejak tahun lalu produksi padi kita Surplus sehingga tidak perlu impor. Justru kami yakin, kedepan Indonesia menjadi negara pemasok beras terbesar di wilayah Asia,” pungkasnya. (ibn)

Tinggalkan Balasan