Kerukunan antar umat beragama. Ilustrasi

DAP Kota Sorong Minta Masyarakat Papua Kedepankan Kebersamaan

SORONG, CAHAYAPAPUA.com— Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Kota Sorong, Apolos Sewa, mengimbau kepada masyarakat Papua untuk selalu mengedepankan azas kebersamaan, saling tolong menolong dan tenggang rasa antar umat beragama.

Karena dengan begitu akan menciptakan suasana rukun dan damai di tanah Papua, khususnya Kota Sorong. “Kita harus saling menghargai satu sama lainnya, melindungi dan menjaga keamanan dan ketertiban yang telah ada sejak dulu,” tutur Apolos kepada media ini melalui telepon seluler. Minggu (18/10/2015).

Setiap agama manapun pastinya melarang berbuat kejahatan, sebab, kejahatan akan merugikan diri sendiri, keluarga bahkan berdampak fatal bagi orang lain. Peristiwa yang terjadi di Aceh maupun Tolikara, dapat dijadikan contoh, agar hal itu tidak terjadi di Kota Sorong.

“Perbuatan yang terjadi di daerah lain, seperti pembakaran rumah ibadah, jangan dicontohi, jangan ditiru, karena itu perbuatan yang tidak manusiawi, kita harus saling menjaga satu sama lain, agar hidup dan beraktifitas dalam keadaan yang tenang,” katanya.

Berbicara menyangkut tingkat kriminalitas di Kota Sorong, Apolos mengatakan, hal tersebut hanyalah sebuah pelarian yang dilakukan oleh para pelaku kriminalitas. Karena, menurut dia, faktor ekonomi yang mempengaruhi oknum untuk melakukan tindakan yang dilarang hukum maupun agama, dengan begitu mau tidak mau, setiap ada peluang untuk melakukan kriminalitas, pasti akan dimanfaatkan.

“Semua hanyalah pelarian, karena peluang pekerjaan di Kota Sorong mulai sempit,” ujar Apolos. Maka untuk untuk itu ia berharap agar pemerintah daerah segera mengatasi masalah tersebut dengan membuka lapangan kerja yang bisa dirasakan oleh masyarat, karena dengan begitu aktifitas yang biasanya dilakukan oleh oknum tertentu bisa membuat mereka menjadi sibuk dengan aktifitas pekerjaanya.

Selain itu Minuman Keras (Miras) di Kota Sorong juga harus bisa di kontrol dan di awasi oleh pemerintah setempat. Karena salah satu faktor timbulnya tindak kriminalitas yaitu karena miras. “Kalau bisa miras dihapuskan agar dari Kota Sorong kalau memang ingin menciptakan Kota Sorong sebagai zona damai,”terangya.

Hal senada disampaikan salah satu tokoh Pemuda Papua, Korinus. Menurutnya, Kota Sorong adalah kota dimana tempat berkumpulnya seluruh suku maupun umat beragama, untuk melakukan aktivitas yang berbeda dengan tujuan membangun kota ini agar lebih maju.

Setiap pembangunan yang dikerjakan di tanah Papua menurutnya harus dilandasi keimanan sehingga apa yang didapati membawa manfaat bagi masyarakat Papua.

Oleh karena itu Marinus berharap, Pemerintah Kota Sorong maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat, dapat menciptakan satu formula yang berguna bagi masyarakat, terutama membuka lapangan pekerjaan.|NASIR|BUSTAM