Suasana pertemuan Bupati bersama tim dari Pengadilan Tinggi Agama Jayapura.

KAIMANA, Cahayapapua.com— Meskipun belum memiliki gedung untuk pegelaran perkara maupun kegiatan administrasi, Pengadilan Agama Kabupaten Kaimana akan segera beroperasi. Aktivitas awal lembaga ini akan menggunakan gedung sementara sambil menunggu bangunan defenitif yang baru akan diusulkan ke Mahkamah Agung.

Demikian petikan hasil pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Kaimana yang dihadiri langsung Bupati Matias Mairuma, bersama pihak Pengadilan Tinggi Agama Jayapura yang diwakili Wakil Ketua Pengadilan A.Razab Pellu dan lainnya, serta perwakilan Pengadilan Agama Fakfak di Ruang Rapat Bupati, Rabu (24/1/2018).

Pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam dimaksud bertujuan memastikan kesiapan Pemda Kaimana menyambut kehadiran Pengadilan Agama, kaitannya dengan hibah lahan untuk pembangunan gedung kantor, serta kesediaan menyiapkan kantor sementara untuk operasional, mengingat Pengadilan Agama Kaimana sudah mendapat jatah hakim agama sebanyak 2 orang.

“Kami datang melihat lokasi untuk pembangunan gedung. Tapi sambil menunggu itu kami mohon Pemda meminjamkan sebuah gedung sementara. Apabila sudah disiapkan, dalam waktu dekat Pengadilan Agama akan dioperasikan. Hakim untuk Pengadilan Agama Kaimana sudah ada 2 orang, nanti akan diikuti penempatan panitera dan lainnya,” ujar Razab Pellu.

Menanggapi ini, Bupati Matias Mairuma mengatakan, Pemda Kaimana membuka diri bagi hadirnya Pengadilan Agama. Kehadiran lembaga ini, termasuk pengadilan negeri dan kejaksaan aku Bupati, sangat dibutuhkan dalam rangka menyempurnakan fungsi penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Kaimana.

Dikatakan, meskipun secara aturan dirinya selaku kepala daerah tidak memiliki kewenangan atau tanggungjawab untuk membangun kantor, namun dalam rangka memaksimalkan fungsi pelayanan bagi masyarakat, Pemda Kaimana siap melakukan intervensi dengan mempercepat pembangunan gedung kantor.

“Sampai saat ini Kaimana belum punya kantor pengadilan dan kejaksaan termasuk juga pengadilan agama. Karena ini instansi vertical, saya memang tidak punya kewenangan sama sekali untuk membangun kantornya. Tapi supaya bisa lebih cepat, Pemda Kaimana siap membantu,” ujar Bupati sembari memerintahkan stafnya menyiapkan gedung sementara.

Bupati akui, kehadiran Pengadilan Agama di Kaimana berdampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan keadilan di bidang keagamaan. “Kita butuh pengadilan agama supaya ada tempat bagi masyarakat Kaimana yang ingin mencari keadilan di bidang keagamaan. Selama ini masyarakat harus ke Fakfak dengan mengorbankan waktu dan biaya. Kondisi inilah yang membuat kami harus mengambil langkah mempercepat kehadiran kantor ini disini,” pungkasnya. (isa)

Leave a Reply