Kepala Kantor Perwakilan Departemen Agama Kabupaten Teluk Bintuni, Sirajudin Bauw.

Dapat jatah 38, Bintuni hanya berangkatkan 34 jamaah haji

BINTUNI, Cahayapapua.com— Kabupaten Teluk Bintuni mendapatkan kuota Calon Jamaah Haji (CJH) sebanyak 38 orang pada tahun 2017 ini. Jumlah ini meningkat 15 orang dibanding tahun lalu. Namun dari jumlah tersebut, hanya 34 jatah CJH yang sudah terisi, sisanya tidak mendapat pengganti.

Kepala Kantor Perwakilan Departemen Agama Kabupaten Teluk Bintuni, Sirajudin Bauw, Senin (10/7), mengatakan, sesuai SK gubernur, untuk Kabupaten Teluk Bintuni mendapat kuota 38 orang, namun sampai dengan saat ini, yang bisa berangkat hanya berjumlah 34 orang.

Dia mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin mencari pengganti sisa empat jatah CJH yang masih kosong untuk diberangkatkan bersama rombongan awal Agustus mendatang.

“Yang empat ini memang, yang selama ini kita lakukan, katakalah jamaah haji tahun ini 38, tapi karena satu dan lain hal ada yang berhalangan karena sakit, dan lain-lain. Itupun mereka jauh, sehingga kami mencoba mengusul penganti, dengan harapan nomor antrian yang dibawahnya ini jauh di luar Bintuni. Pada saat limit waktu sudah tidak bisa lagi, kepada keluarga kita sampaikan kondisi ini tidak bisa kita paksa dan kami sudah berusaha semaksimal mungkin,” kata Sirajudin Bauw usai menerima kunjungan Bupati Petrus Kasihiw di kantornya, Tisay, Distrik Bintuni.

Terkait masalah ini, Kepala Depag yang baru menjabat tiga bulan ini mengaku sudah melapor ke bupati sebagai koordinator haji.  “Kalau haji kita langsung koordinasi dengan bapak Bupati selaku koordinator haji kabupaten. Pertemuan tadi intinya untuk ibadah haji tahun ini, karena bulan  Agustus calon jemaah haji sudah akan menunaikan ibadah haji, sehingga kami merasa kewajiban untuk melapor kepada beliau,” katanya.

Dia menjelaskan sesuai dengan jadwal, jamaah haji Kabupaten Teluk Bintuni berada dikloter 16. Pada 7 Agustus acara pelepasan oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan di Makassar. Selang sehari jamaah akan bergeser ke Embargasi, dan 9 Agustus pagi dijadwalkan sudah terbang menuju ke Madinah.

Disinggung soal jamaah haji titipan, Sirajudin mengaku tidak ada. Jamaah haji yang akan diberangkatkan tahun ini menurutnya murni reguler dari Bintuni. Sementara itu sesuai dengan SK Gubernur tahun 2017 terkait pembagian kuota di Papua Barat, yakni 12 tahun masa menunggu. (art)

Tinggalkan Balasan