Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan.

Respon Laporan Warga, Demas Geruduk Kantor Dispenda

MANOKWARI, Cahayapapua.com—- Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan rupanya tak mau berlama-lama menanggapi keluhan warga. Siang kemarin, orang nomor satu di Manokwari ini menggeruduk kantor Dinas Pendapatan Daerah Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Aksi bupati ini dilakukan setelah ia mendapat laporan warga mengenai layanan dan lambannya perijinan di kantor ini. Setelah mencermati masalah, bupati langsung mengeluarkan instruksi agar tak ada lagi pembayaran tunai di kantor tersebut. Ia meminta agar bukti validasi pembayaran harus langsung dari Bank Papua. Jika tidak diindahkan, bupati mengancam tak akan mengeluarkan ijin. “Saya kembalikan beberapa pajak reklame, karena mulai sekarang saya sampaikan harus ada validasi (bukti) pembayaran dari bank baru saya tanda tangan. Kalau tidak ada validasi dari Bank Papua saya tidak akan tanda tangan ijin apapun,”tegasnya. Permintaan bupati ini sebenarnya dimaksud untuk mencegah kebocoran PAD terlebih jika setoran dilakukan secara manual, atau setoran langsung. Misalnya pada ijin reklame. “Selama ini warga setor di Dispenda. Saya tidak tahu apakah nanti disetor semua ataukah tidak.  Tapi kita berasumsi, jika ada uang tunai yang penyetorannya dilakukan, pasti ada kemungkinan kebocoran-kebocoran,”ucapnya tangkas. Selain mencegah kebocoran, penyetoran via bank juga memudahkan masyarakat yang ingin mengurus perijinan. “Supaya tidak ada yang bayar lebih,” kata Demas. (ACS/CHE)

Tinggalkan Balasan