Ilustrasi

Data Pemilih di  Maybrat Tertukar

SORONG, Cahayapapua.com— Masyarakat beberapa kampung di wilayah Kabupaten Maybrat memprotes data DP4, pasalnya banyak nama yang tertukar di kampung lain, bahkan ada yang tidak ada nama.

Dengan adanya komplain dari masyarakat tersebut, Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Papua Barat, Elisa Sroyer, yang ditemui, Rabu (12/10/2016) mengatakan, dirinya telah menegaskan kepada KPU dan Disdukcapil Kabupaten Maybrat untuk menyelesaikan masalah DP4 ini dengan baik, sebelum sampai pada Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan akhirnya ditetapkan sebagai (DPT).

“Persoalan DPT ini sangat riskan sekali karena sejumlah persoalan yang terjadi dalam penyelenggaraan Pemilukada, pemicu konflik adalah DPT, ” kata Sroyer menjelaskan.

Lebih lanjut Sroyer mengatakan, telah meminta KPU dan Disdukcapil Kabupaten Maybrat untuk menyelesaikan persoalan ini secepatnya sembari tahapan Pemilukada ini berjalan.

“Ini yang konplain masyarakat sendiri, mereka merasa tidak terdaftar di DP4, ada yang namanya tertukar di kampung lain dan sebagainya, ” kata Sroyer.

Khususnya untuk Kabupaten Maybrat, menurut Sroyer, jumlah DPT saat Pilpres maupun Pileg sekitar 20 ribu sekian. Namun dalam DP4 mengalami penurunan hingga sekian persen. “Tetapi sejumlah nama dalam DPT Pilpres ada yang bergeser dan tidak ada, itulah yang membuat masyarakat kecewa,” jelasnya.

Sroyer berharap, bukan hanya Maybrat tetapi kabupaten dan kota yang akan melaksanakan Pemilukada bisa menyikapi dan mendata DP4 dengan baik.

“Tahun 2017 nanti yang melaksanakan Pemilukada bukan hanya kabupaten/kota saja tetapi juga Pemilukada Provinsi, dengan begitu KPU selaku pihak penyelenggara dan Disdukcapil sebagai pihak yang mendata harus melaksanakan tugasnya dengan jeli dan independen, tidak ada titipan kandidat tertentu, ” tegas Sroyer. (NSR)

Tinggalkan Balasan