Para sopir angkutan umum jurusan Wosi - Maripi memarkir kendaraan di kantor Dinas Perhubungan Manokwari, Senin (24/11/2014). Mereka meminta pemerintah daerah meninjau kembali tarif yang baru dikeluarkan. Foto: CAHAYAPAPUA.com| Takdir

Datangi Kantor Dishub, Sopir Wosi – Maripi Minta Tarif Baru Rp. 10 Ribu

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Puluhan sopir angkutan pedesaan Wosi – kampung Maripi mendatangi kantor Dinas Perhubungan Manokwari di Jalan Percetakan, Senin (24/11/2014).

Kedatangan para sopir untuk menuntut perubahan tarif yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Aksi tersebut sempat diwarnai keributan dengan petugas dinas perhubungan.

Para sopir menuntut agar tarif yang telah dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Manokwari untuk rute Wosi –Maripi pasca kenaikan BBM sebesar Rp.8.000 diubah. Kenaikan tarif ini telah dikeluarkan melalui pengumuman Bupati Manokwari yang secara resmi berlaku mulai Senin (24/11/2014).

Sopir merasa dirugikan jika tarif yang diberlakukan pasca kenaikan BBM harga Rp. 1000. Padahal menurut mereka premium naik dari Rp. 6500 menjadi 8500 per liter atau memiliki selisih Rp. 2000.

Mereka menuntut pemerintah meninjau tarif tersebut secepatnya.

Penumpang menurut para sopir tidak keberatan jika tarif diubah menjadi Rp. 1000.

Sebelum premium dinaikkan, tarif Wosi – Maripi yang ditempuh dengan jarak 16.5 km itu hanya Rp. 7000. “(Jika hanya naik Rp. jadi 8000 ) sama sekali tidak ada perubahan,” tegas para sopir.

Aksi mogok para sopir ini mengakibatkan penumpang Wosi – Maripidi Terminal Wosi terlantar. |TAKDIR

 

EDITOR: BUSTAM

Tinggalkan Balasan