BPS Papua Barat

Daya Beli Petani Papua Barat Meningkat pada September

MANOKWARI, Cahayapapua.com–  Badan Pusat Statistik Papua Barat menyatakan Nilai Tukar Petani di Papua Barat pada September tahun ini mengalami penurunan 100,46 atau turun 0,12 persen dibanding Agustus 2016.

Penurunan ini didorong oleh laju indeks harga yang diterima petani 0,18 persen, lebih cepat dibanding laju indeks harga yang dibayar petani.

“Ini menjadi indikator tingkat kemampuan daya beli petani di pedesaan meningkat arau relatif semakin kuat,” kata Kepala Bidang Statistik BPS Papua Barat Hendra Wijaya dalam jumpa pers di Manokwari kemarin.

Selain daya beli petani yang meningkat, BPS Papua Barat juga mencatat terjadi deflasi pedesaan di Papua Barat sebesar 0,01 persen yang terutama disebabkan indeks kelompok bahan makanan yang turun 0,41 persen.

Hendra menjelaskan subsektor NTP hortikultura merupakan subsektor yang memiliki indeks tertinggi sebesar 103,81 yang berbanding terbalik dimana NTP tanaman pangan merupakan subsektor yang memiliki indeks terendah sebesar 94,17.

“Laju pertumbuhan indeks dibandingkan bulan sebelumnya, NTP peternakan memiliki laju pertumbuhan tertinggi, naik 0,83 persen sebaliknya hortikultura memiliki laju pertumbuhan terendah turun 1,83 persen,” ujarnya menjelaskan

Selain itu dikatakan nilai tukar usaha rumah tangga pertanian NTUP Papua Barat pada September 2016 sebesar 111,90 atau turun 0,26 persen dibanding NTUP pada bulan sebelumnya. (MAR)

Tinggalkan Balasan