Ilustrasi Penyerapan-Anggaran

Daya serap rendah, Inspektorat PB sarankan evaluasi proses tender

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Inspektorat Provinsi Papua Barat terus mendorong optimalisasi serapan anggaran daerah yang baru mencapai 28, 39 persen.

Inspektur Papua Barat Sugiyono, Kamis (24/8/2017), mengatakan, sekitar 500 paket proyek saat ini masih dalam proses tender. Diharapkan, LPSE segera memperoleh kontraktor yang layak sehingga program pembangunan Papua Barat 2017 segera dimulai.

Dia menyebutkan, beberapa waktu lalu pihaknya bersama gubernur dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mengalevaluasi proses tender tersebut. Pihaknya tak ingin daerah ini memperoleh sanksi dari pemerintah pusat akibat daya serap anggaran yang rendah.

“Kami terus memantau tahapan tender yang dilaksanakan melalui LPSE. Beberapa kelemahan tersebut menjadi bahan kajian dan evaluasi,” katanya lagi.

Pihaknya mendorong, agar pada September 2017 seluruh kontrak selesai dan pekerjaan bisa dimulai. Beberapa bulan tersisa diharapkan dimanfaatkan secara optimal untuk melaksanakan pekerjaan.

Menurutnya, Papua Barat sedang dalam masa transisi, dimana daerah tersebut baru pertama kali menerapkan tender proyek melalui LPSE.

“Sebelumnya LPSE belum maksimal, tahun ini baru dimaksimalkan. Sehingga seluruh OPD (organisasi perangkat daerah) harus menyesuaikan,” ujarnya lagi.

Meskipun tidak bisa mencapai 100 persen, namun Sugiyono berharap serapan anggaran Papua Barat tahun ini optimal serta lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Sekretaris Daerah Papua Barat pada wawancara sebelumnya mengimbau seluruh OPD bekerja optimal. Terkait kondisi yang dihadapi Papua Barat, pihaknya siap memberikan penjelasan kepada pemerintah pusat. (ibn)

Tinggalkan Balasan