Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menyerahkan dokumen Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Perubahan 2017 kepada Ketua DPRPB Pieters Kondjol, di gedung sekretariat DPRPB, Jumat, (27/10).

Daya serap rendah, PB tingkatkan target pendapatan dan belanja dirancangan APBDP

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, tak menampik rendahnya daya serap Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Papua Barat tahun 2017.

Dominggus menyampaikan hal ini dalam rapat paripurna pembukaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Perubahan Papua Barat tahun anggaran 2017 di sekretariat DPRPB, Jumat (27/10).

Dikatakan, lemahnya penyerapan APBD induk tersebut dipengaruhi masih rendahnya daya serap dari sejumlah Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) belanja tak langsung dan belanja langsung di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang rata-rata baru mencapai 49,06 persen.

Terlepas dari itu Dominggus mengatakan pihaknya memproyeksikan kenaikan pendapatan daerah sekitar Rp.409 miliar dan kenaikan belanja Rp 801 Miliar dalam APBDP 2017.

Dalam APBD induk Papua Barat tercatat rencana belanja pemerintah sebesar Rp. 6,8 triliun lebih yang diproyeksi meningkat menjadi Rp. 7,2 triliun lebih di RAPBDP. Sementara untuk belanja, semula Rp. 7,1 triliun meningkat menjadi 7,9 triliun.

Dia mengatakan APBDP merupakan wujud penyesuaian rencana kegiatan dan keuangan pemerintah daerah dalam melaksanakan kewenangan penyelenggaraan pelayanan umum dan pembangunan.

Selain itu, berubahnya target pendapatan dari APBD induk terkait dana perimbangan dari pemerintah pusat ke Papua Barat, menjadi alasan penetapan sidang perubahan APBD tahun 2017.

“Penyusunan rancangan APBD Perubahan Papua Barat tahun anggaran 2017, tetap disusun berdasarkan pertimbangan kondisi sosial politik pemerintahan dan kemasyarakatan yang dinamis. Dan juga fasilitasi pembangunan yang langsung menyentuh pada kepentingan masyarakat secara umum di kabupaten/kota,” tandasnya. (cr-80) 

Leave a Reply

%d bloggers like this: