Pabrik Seman Maruni

Debu Pabrik Semen Maruni Bisa Sampai ke Kantor Gubernur

MANOKWARI, Cahayapapua.com–Dengan adanya perusahaan pabrik semen yang berlokasi di Maruni, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari dan direncanakan akan beroperasi dalam waktu dekat, maka pemerintah daerah perlu memiliki alat pendeteksi polusi udara. Hal ini diperlukan karena radius debu dari pabrik Smenen Maruni diperkirakan akan sampai di perkantoran gubernur Arfai.

“Kalau pabrik semennya disana (Maruni), radius debunya keatas itu bisa mencapai diameter 14 Km, jadi disini (komplek perkantoran gubernur) kena ini. Jadi kalau dipasang alat pendeteksi polusi udara akan tahu kondisi udara disini,” kata Kepala Badan Penggendalian Dampak Lingkungan Daerah Provinsi Papua Barat Jacob Manusawai di ruang kerjanya pekan lalu.

Dikatakannya, semen juga menghasilkan debu yang sifatnya merusak bagi pernapasan makhluk hidup. Untuk itu sangat penting sekali alat tersebut bagi Kota Manokwari.

Pasalnya alat untuk pengukur polusi udara tidak terlalu ribet cara pemakaiannya, tinggal dipasang di sudut-sudut kota, perkantoran, jalan raya dan dimana tempat -tempat yang menghasilkan emisi. “Alat itu secara otomatis akan mendeteksi kondisi udara dimana alat itu ditempatkan,” katanya.

Ditanya soal kapan akan melakukan pengadaan alat pendeteksi polusi udara, Manusawai mengatakan untuk tahun ini belum ada anggaran untuk pengadaanya. Namun ia berjanji untuk tahun 2017, pihaknya akan mendatangkan alat tersebut.

Ia menambahkan, media yang akan diteliti oleh Bapedalda hanya ada tiga, diantaranya air, tanah dan udara. Sementara laboratorium yang berada di UNIPA baru memiliki alat untuk pengukur pencemaran air saja. “Alat untuk pengukur pencemaran tanah belum ada.” |ARIF TRIYANTO

Tinggalkan Balasan