Empat pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Manokwari membacakan dan menandatangani Deklarasi Kampanye Damai Berintegritas dan Pilkada Damai di kantor KPU Manokwari, Selasa (3/11/2015).

Deklarasi Kampanye Damai di Manokwari Diawali dengan Pawai

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Empat pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Manokwari bersama ribuan pendukungnya, Selasa (3/11/2015) mengikuti deklarasi Kampanye Damai Berintegritas dan Pilkada Damai yang diselenggarakan KPU Manokwari.

Kegiatan ini diawali dengan karnaval, dengan mambil star dari Distrik Sidei dan finis di halaman kantor KPU Kabupaten Manokwari.

Empat pasangan calon bupati dan wakil bupati bersama ribuan masa pendukung masing-masing pasangan calon ikut dalam .

Penentuan titik star dari Distrik Sidey menuju kantor KPU Kabupaten Manokwari itu, dikarenakan Distrik Sidey sebagai salah satu distrik yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tambrauw, masa karnaval yang dipimpin oleh ketua KPU Manokwari bersama 4 komisioner KPU memulai star pukul 11.00 WIT dan tiba di kantor KPU pukul 14.30 itu disambut oleh Ketua KPU Provinsi Papua Barat, Amus Atkana dan Wakil Gubernur Papua Barat Irene Manibuy.

Setelah masa karnaval tiba di halaman kantor KPU Kabupaten Manokwari, dilanjutkan dengan pembacaan ikrar deklarasi kampanye damai berintegritas dan pilkada damai oleh 4 pasangan calon, usai membacakan ikrar deklarasi, masing-masing pasangan calon menadatangani pernyataan deklarasi yang telah disepakati.

Ketua KPU Kabupaten Manokwari, Alberth K. Burwos meminta kepada masing-masing pasangan calon, tim pengusung dan simpatisan pasangan calon agar dapat melaksanakan pernyataan deklarasi yang telah diikrarkan dan ditandatangani itu dengan sungguh-sungguh dan menjunjung tinggi integritas pernyataan deklarasi, pada saat kampanye, saat pemilihan hingga rekapitulasi perhitungan suara.

Terbukti dengan penandatanganan yang telah kita lewati, namun ini menjadi tantangan bagi penyelenggara, agar dengan pernyataan ini, sebagai penyelenggara berjalan sesuai dengan tata aturan yang berlaku, mulai dari tingkat KPU Kabupaten Manokwari sampai di tingkat PPS masing-masing wilayah.

Sementara Ketua KPU Provinsi Papua Barat, Amus Atkana pada sambutannya mengingatkan para pemilih di Kabupaten Manokwari tentang waktu kampanye pasangan calon hanya 1 bulan 3 hari berdasarkan PKPU No. 07 tahun 2015 tentang tata cara kampanye. Ia pun mengingatkan agar para pemilih menggunakan hak pilihnya untuk menentukan masa depan Kabupaten Manokwari 5 tahun mendatang.

“Pemilu kurang 1 bulan 3 hari, artinya 1 menit di TPS atau 1 suara di TPS menentukan 5 tahun Manokwari kedepan,” jelasnya.

Amus meminta agar deklarasi yang telah diikrarkan dan ditandantangani itu tidak menjadi slogan semata, atau tidak menjadi agenda seremonial 5 tahunan setiap momentum pemilu diikrarkan, namun ketika waktunya tidak dilaksanakan dan diabaikan.

Amus pada kesempatan itu mengajak pasangan calon, tim pengusung dan simpatisan pasangan calon utuk melaksanakan pemilu damai di Kabupaten Manokwari sebagai ibukota Provinsi Papua Barat.

“Karena Manokwari adalah barometer nasional untuk pelaksanaan pemilukada di Provinsi Papua Barat,” tuturnya.

Dari 12 kabupaten dan 1 kota, lanjut Amus, untuk pilkada serentak Desember 2015 diikuti oleh 9 kabupaten, salah satunya adalah Kabupaten Manokwari. Untuk itu ia menekankan, katika demokrasi tercederai maka pelaksanaan pilkada di Papua Barat pun tercederai.

Mengapa demikian, kata Amus, karena Kabupaten Manokwari merupakan ibu kota provinsi Papua Barat. Untuk Itu ia menekan kepada penyelenggara pillkada dari tingkatan KPU Kabupaten Manokwari hingga PPS agar dapat menyelenggarakan pilkada yang berintegritas, menjunjung tinggi profesionelaitas dan menjaga independensi sebagai penyelenggara.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Gubernur Papua Barat, Irene Manibuy saat menyampaikan sambutan Gubernur Papua barat pada acara deklarasi itu. Ia menyatakan momentum deklarasi ini merupakan momentum yang sangat berharga bagi para pasangan calon beserta tim pengusung dan warga Manokwari.

Sebab tujuan dari penyelenggaraan pilkada, kata Irene untuk mewujudkan pembangunan yang adil, makmur dami mewujudkan kesejahteraan rakyat di Kabupaten Manokwari 5 tahun kedepan.

Deklarasi ini sebut Irene sebagai tombak sejarah baru bagi pasangan calon dan pengusung serta warga Masyarakat Manokwari. Ia meminta agar dalam pelaksanaan kampanye hingga rekapitulasi perhitungan suara, masing-masng kandidat pasangan calon bersama tim pengusung serta warga masyarakat Manokwari untuk saling menghargai, dan saling menghormati hak demokrasi dan hak politik setiap warga dengan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan diantara sesama masyarakat.

Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat, Irene meminta seluruh elemen masyarakat Kabupaten Manokwari untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama kampanye, rekapitulasi suara hingga penetapan pasangan yang terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Manokwari 5 tahun kedepan. |RIZALDY|BUSTAM