Kasat Reskrim Polresta Sorong, AKP. Dodi Pratama S.Ik didampingi Kanit PPA, Sendi Wanggai, S.H, dan Kaur Bin Ops Iptu G Tarigan. bersama para tersangka pemerkosaan saat jumpa pers.

Delapan Pelaku Pemerkosaan Dibekuk Polisi

SORONG, CAHAYAPAPUA.com-–   Delapan pelaku kasus pemerkosaan di Bukit baru belakang Vihara Klademak II Kota Sorong, Jumat 16 Oktober 2015 lalu, akhirnya dibekuk tim reskrim Polresta Sorong, Kamis (5/11/2015).

Enam dari pelaku itu ditangkap di sekolah masing-masing, sedangkan untuk dua lainnya diserahkan pihak keluarga.

Kasat Reskrim Polresta Sorong, AKP. Dodi Pratama S.Ik, dalam keterangannya kepaada sejumlah awak media di ruang kerjanya, Jumat (6/11/2015), mengatakan penangkapan itu berdasarkan keterangan saksi yang kemudian dicocokkan dengan ciri-ciri pelaku.

Para pelaku yang diciduk kemarin, masing-masing berinisial NO 18, AB 16, RS 15, AS 18, FW 16, NA 16, OW 18 , MW 18, yang kesemuanya masih aktif tercatat sebagai  pelajar di Kota Sorong.

Disinggung mengenai kronologis kejadian, jelas Dodi,  pada tanggal 16 Oktober 2015 lalu, tepatnya sekitar pukul 19.00 WIT korban sebut saja Bunga (bukan Nama sebenarnya), bersama temannya, berfoto-foto di Bukit Baru belakang Vihara Klademak II, saat sedang asik berfoto, tiba-tiba datang pelaku yang berjumlah tiga orang dari semak-semak,  mendekati korban, disusul lima pelaku lainya mendatangi teman korban.

Rekan korban lantas ditakuti dengan parang sehingga tidak dapat berbuat banyak, sementara Bunga dipukul dibagian pinggang sebelah kiri kemudian disetubuhi secara bergiliran dari ke delapan orang pelaku.

Usai melakukan aksi bejatnya, pelaku membawa rekan korban ke korban, dan akhirnya korban di suruh pulang.  Para pelaku yang masih tergolong di bawah umur ini juga merampas camera merk Nikon, serta Hp Nokia 1280 berwarna hitam.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa BB. Hp nokia 1280 hitam Kamera Nikon, tujuh kaos opblong, dan satu buah Jaket. Delapan pelaku dikenakan, pasal berlapis yaitu pasal 81 undang-undang 35 tahun 2014 tetang perlindungan anak, serta pasal 365 Kitab Undang-undang Hukum Pidana ( KUHP ) yaitu pencurian yang disertai dengan kekerasan, dengan ancaman human penjara di atas lima tahun.|NASIR|BUSTAM