Pemalangan Kantor Kelurahan Amban, Manokwari.

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Sejumlah warga RT 3 dan RW 2 di Kelurahan Amban, melakukan aksi blokade terhadap kantor Kelurahan Amban, Distrik Manokwari Barat, Manokwari, Selasa, (27/2).

Aksi tersebut dilakukan karena warga dari kelurahan tersebut tidak terima dengan keputusan bupati yang mengangkat kepala kelurahan yang bukan merupakan orang asli Papua (OAP).

Ketua RT 3/RW 2 kelurahan Amban, Karel Mandacan, kepada media ini mengatakan, mereka tidak terima dengan penunjukan bupati yang tidak mengakomodir orang asli Papua untuk menjadi kepala kelurahan Amban.

“Aksi blokade ini kamu lakukan agar pemerintah dan pejabat-pejabat Manokwari tahu bahwa kami tidak terima dengan penunjukan yang tidak mengakomodir OAP untuk menjadi kepala kelurahan. Kami hanya inginkan sekretaris kelurahan Amban, Anton Mandacan yang menjadi kepala kelurahan bukan orang luar,” ujar Karel.

Dalam aksi tersebut, warga juga menuntut agar kelurahan Amban harus dimekarkan menjadi distrik baru  (Distrik Manokwari Tengah) sesuai Peraturan Bupati tahun 2011.

Sementara itu, Kapolsek Amban, AKP. Marthen Batti mengatakan bahwa, setelah pelantikan lurah Amban di kantor bupati beberapa waktu lalu, memang sudah berkembang isu bahwa akan ada aksi warga terkait pengangkatan Lurah tersebut.

“Jadi setelah melihat gejolak dari staf kelurahan, kemarin saya sudah kumpulkan staf kelurahan Amban untuk memberikan penjelasan bahwa apapun yang menjadi keputusan bupati saya mohon agar bisa diterima. Apabila ada hal-hal yang sesuai dengan keinginan saya minta agar langsung disampaikan kepada bupati. Dari pertemuan tersebut para staf kelurahan Amban bersedia untuk menerima keputusan bupati tersebut,” ungkap Marthen.

Marthen juga mengaku bahwa pada kamis pekan lalu, pejabat Lurah yang baru sudah menghadap ke Polsek Amban untuk menyampaikan keinginannya untuk masuk untuk menjalankan tugasnya sebagai kepala kelurahan yang baru.

“Namun pada pukul 11 WIT, kepala kelurahan Amban yang lama datang ke Polsek untuk menyampaikan bahwa kantor lurah sudah diblokade oleh warga dan juga staf kelurahan Amban,” ujar Marthen.

Dia mengaku pihaknya sudah mengambil langkah untuk segera ke kantor lurah yang sudah diblokade untuk mengambil keterangan warga dan staf yang melakukan aksi blokade tersebut.

“Kami juga meminta bantuan bapak Anton Mandacan sebagai matan kepala Kelurahan Amban untuk membuka blokade tersebut, namun ia menyatakan tidak mau karena yang memalang adalah staf dan warga, bukan dia,” ujar Marthen.

Sementara itu Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan yang tiba di lokasi pemalangan pada Selasa siang setelah mengikuti panen ikan di Masni langsung membuka palang kantor tersebut.

Sebelumnya Bupati Demas menegaskan alasan mencopot lurah sebelumnya karena dirinya tak pernah melihat kehadiran mantan Kalurah itu selama memimpin apel pagi di lingkungan Pemda Manokwari. |Abdul Wahab Arey

Leave a Reply