Demo mahasiswa pertanyakan perkembangan sejumlah kasus korupsi di Mapolda Papua Barat kemarin.

Demo, mahasiswa desak penyidik transparan ungkap korupsi

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Puluhan Mahasiswa Universitas Papua (Unipa), Senin (4/9), menyambangi Mapolda Papua Barat, untuk mendesak Polda transparan dalam pengungkapan sejumlah kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani.

Pantauan Cahaya Papua, puluhan mahasiswa ini menggunakan mobil bak terbuka serta dilengkapi sepanduk yang bertuliskan, “Rp4,5 M adalah uang rakyat bukan milik kelompok tertentu”. Selain itu,terdapat kalimat yang menyatakan, “Tuntaskan kasus korupsi pada Dinas Perumahan Papua Barat”.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi Forum Lembaga Legislasi Mahasiswa Indonesia, Rusmanudin Kelkusa mengatakan, Polda Papua Barat semestinya transparan dan mengusut tuntas sejumlah dugaan korupsi yang ditangani. Diantaranya, sebut dia, indikasi korupsi pengadaan lahan Dinas Perumahan (Disperum) Papua Barat, dengan nilai sekitar Rp 4,5 Miliar.

Tak hanya itu, Rusmanudin juga menyoroti berbagai kasus yang sejauh ini ditangani Polda Papua Barat dan menyebut Polda terkesan tertutup dan lamban. Ketertutupan dan kelambanan penanganan korupsi, menurutnya, tak sejalan dengan semangat pemberantasan korupsi serta amanat UU keterbukaan informasi.

Usai berorasi, melalui perwakilan, mahasiswa menyerahkan selembar kertas yang berisikan pernyataan sikap kepada Penyidik Tipikor Polda Papua Barat yang hadir mewakili Kapolda Papua Barat.

Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Papua Barat AKP Kristian Sawaki mengatakan, untuk kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Disperum tahun anggaran 2015, telah ditingkatkan ke tahap penyelidikan.

“Kalau kita sudah tingkatkan ke penyidikan, itu artinya kasus ini tidak berhenti begitu saja. Yang jelas kita naikan hingga ke Kejaksaan,” tandasnya. (mar)

Tinggalkan Balasan