Salah satu sudut di pasar Wosi, Manokwari.

Demokrat: Cabut Perbub Tak Cukup dengan Pernyataan Lisan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Politisi Partai Demokrat mengingatkan Bupati Manokwari, Bastian Salabai, agar niat baik untuk mengakomodir aspirasi pedagang yang menuntut dicabutnya Perbup soal biaya sewa los Pasar Wosi tetap dilakukan sesuai prosedur perundang-undangan. Bukan sekadar penyampaian lisan. (Baca: Berhenti Mogok, Pedagang Manokwari Ingin Perbup Dicabut)

” Jika Perbup ini hendak dicabut, bupati harus mengeluarkan Perbup yang baru tentang pencabutan Perbup tersebut,” kata Wakil Ketua 1 DPC Partai Demokrat Kabupaten Manokwari, Ayub M Siren, akhir pekan lalu. (Baca: Pedagang di Manokwari Tunggu Pertemuan Segitiga)

Meski demikian, Demokrat kata Ayub mengapresiasi sikap bupati yang menangguhkan pemberlakuan Perbup. Apalagi besarnya biaya yang ditetapkan memberatkan para pedagang. Kalaupun ada niat untuk merevisi Perbup itu Ayub mengatakan, sangat penting untuk melibatkan para pedagang dalam penggodokannya. (Baca: Tolak Perbup, Pedagang di Manokwari Sepakat Mogok Jualan)

Ayub juga mengatakan bahwa di pasar, ada mafia-mafia yang mendatangkan para pedagang dari luar. Ia kuatir, pencabutan pemberlakukan biaya sewa itu tidak dipastikan melalui Perbub, secara lisan justru dimanfaatkan para mafia ini dengan cara membebankan biaya sewa yang tercantum dalam Perbub nomor 6 kepada para pedagang yang baru. (baca: Janji Revisi Tarif, Bupati Manokwari Minta Pedagang Kembali Berjualan)

|TOYIBAN

EDITOR: PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

Tinggalkan Balasan