Dana Desa. Ilustrasi

Desa Harus Taati Asas Pengelolaan Keuangan

KAIMANA, CAHAYAPAPUA.com– Tahun 2015 ini, setiap desa di Kabupaten Kaimana menerima alokasi dana desa atau yang disebut Anggaran Pendapatan Belanja Kampung (APBK) masing-masing minimal 1 Miliar. Dana itu dialokasikan langsung melalui rekening kampung untuk digunakan sesuai peruntukkannya.

Oleh karenanya, setiap kepala kampung dan aparat pendukung diminta mentaati asas pengelolaan keuangan desa sehingga dana yang dialokasikan benar-benar bermanfaat bagi pembangunan kampung.

Demikian Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) Kaimana, Abdul Majid Puryanto, S.STP menyampaikan hal ini dalam kapasitasnya sebagai pihak yang kedepan akan melakukan pendampingan terhadap pemanfaatan dana desa.

Kepada Cahaya Kaimana beberapa waktu lalu, Kabid PMK Puryanto mengatakan, asas pengelolaan keuangan desa adalah transparan, akuntabel, partisipatif, tertib dan disiplin.

Transparan yang dimaksud adalah bahwa keuangan kampung dikelola secara terbuka sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar, jujur dan tidak diskriminatif tentang tujuan, sasaran, sumber pendanaan pada setiap jenis obyek belanja serta hubungan antara besaran anggaran dengan manfaat dan hasil yang ingin dicapai dari suatu kegiatan yang dianggarkan.

Akuntabel; bahwa keuangan kampung dikelola melalui mekanisme dan prosedur yang jelas sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan dikontrol melalui mekanisme pelaporan yang telah ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Partisipatif adalah bahwa keuangan kampong dikelola dengan melibatkan masyarakat terutama dalam penyusunan dan penetapan anggaran kampung sehingga masyarakat mengetahui hak dan kewajibannya dalam pelaksanaan anggaran karena sangat erat kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

Tertib adalah; bahwa keuangan kampung dikelola secara tepat waktu dan tepat guna yang didukung dengan bukti-bukti administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku. Serta yang dimaksud dengan disiplin anggaran adalah bahwa keuangan kampung dikelola secara tepat dengan prinsip bahwa pendapatan yang direncanakan merupakan perkiraan yang terukur, penganggaran pengeluaran harus didukung tersedianya penerimaan dalam jumlah yang cukup serta semua penerimaan dan pengeluaran kampung dalam tahun anggaran yang bersangkutan harus dianggarkan dalam APB-K dan dilakukan melalui rekening kas kampung.

Dijelaskan, total dana desa yang dialokasikan kepada 84 kampung/desa se-Kabupaten Kaimana Tahun 2015 adalah sebesar Rp.91.319.957.044. Jumlah ini berasal dari Dana Desa yang bersumber dari APBN sebesar Rp.25.134.814.640, Alokasi Dana Kampung yang diperoleh dari 10% Dana Perimbangan Daerah dan DAK termasuk didalamnya dana P2K dari APBD sebesar Rp.65.707.719.005, bagi hasil pajak daerah dari 10% penerimaan pajak daerah sebesar Rp.280.638.380 dan bagi hasil retribusi daerah dari 10% hasil retribusi daerah sebesar Rp.196.785.019.

Besaran dana untuk setiap kampung bervariasi disesuaikan dengan luas wilayah, jumlah penduduk, jumlah penduduk miskin serta tingkat kesulitan geografis. jika dirata-ratakan maka setiap kampung akan menerima lebih dari 1 Miliar. Dana langsung diambil di bank oleh kepala kampung setelah mendapat rekomendasi dari kepala distrik. Dana desa/kampung dialokasikan untuk membiayai sejumlah kegiatan yang direncanakan dan dikerjakan sendiri oleh masyarakat. (ISA)

 

One comment

  1. Kami, atas nama masyakat kmpng coa,,,,menympaikn,,,,bpk ibu di pemda kab kaimana,,mellaui dinas terkait,,tolong perhatikn,,cara pengelolaan dana desa di kmpung coa kab kaimana kurng transparan kepada rakyat kmpung coa,,,,,,/ kmi bingun

Tinggalkan Balasan