Tokoh adat suku asli Kaimana, suku nusantara dan tokoh penting lainnya mendaraskan Deklarasi Kaimana Damai.

Dewan Adat Deklarasikan “Kaimana Damai”

KAIMANA, Cahayapapua.com—- Dewan Adat Kaimana beranggotakan masyarakat adat dari 8 suku asli dan perwakilan suku Nusantara mendeklarasikan kesepakatan dan komitmen bersama untuk ‘Kaimana Damai, Papua Damai dan Indonesia Damai.’ Deklarasi damai yang disampaikan pada pembukaan kegiatan Konferensi Daerah ke-III Masyarakat Adat Kaimana yang turut disaksikan Dewan Adat Papua dan Dewan Adat Wilayah Bomberay.

Dalam deklarasi yang dipimpin mantan Ketua DAK Harun Sabuku Rabu (9/3/2016) lalu di Gedung Pertemuan Casuarina Krooy, disebutkan masyarakat adat Kaimana yang berada dibawah Dewan Adat Kaimana menolak dan mengecam tindakan provokatif yang dilakukan pihak atau oknum yang tidak bertanggungjawab dengan mengatasnamakan 8 suku asli Kaimana maupun suku-suku nusantara. Disebutkan masyarakat Kaimana adalah masyarakat yang cinta damai, sehingga Dewan Adat Kaimana akan mengambil tindakan tegas bila ada pihak yang mengacaukan pembangunan di Kabupaten Kaimana.

Terkait deklarasi damai, Sekretaris Dewan Adat Kaimana, Sonni Tana menjelaskan, deklarasi damai dilakukan karena belakangan ini ada pihak yang melakukan provokasi terhadap masyarakat dan menolak hasil Pilkada maupun kehadiran Tim Ekspedisi NKRI mengatasnamakan 8 suku asli Kaimana dan suku nusantara. Tindakan dimaksud demikian Sekum DAK, bagi Dewan Adat Kaimana merupakan sebuah pelecehan terhadap martabat, harga diri dan budaya orang Kaimana yang selama ini hidup rukun dan sangat menjunjung tinggi semangat persatuan dan persaudaraan.

“Deklarasi ini berkaitan dengan situasi dan kondisi daerah setelah pemilihan kepala daerah dan kedatangan Tim Ekspedisi NKRI. Ada sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab dengan mengatasnamakan suku asli Kaimana dan juga suku-suku nusantara melakukan provokasi terhadap masyarakat. Sebagai pemegang otoritas, pemilik hak adat Kaimana yang terdiri dari 8 suku asli, kami mengutuk tindakan ini. Deklarasi kami lakukan dihadapan Dewan Adat Papua dan Dewan Adat Wilayah Bomberay karena kami ini menegaskan bahwa Kaimana dalam kondisi aman dan damai,” tegas Sonni Tana.

Ditambahkan, tindakan mengatasnamakan suku asli Kaimana dan suku nusantara yang dilakukan orang yang tidak bertanggungjawab dimaksud, dapat merusak situasi dan kondisi yang kondusif dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Kaimana. Jika hal seperti ini terus dilakukan, Dewan Adat akan mengambil tindakan tegas sesuai kaidah adat yang berlaku di wilayah adat Kaimana. “Sekali lagi atas nama Dewan Adat kami menyatakan mengutuk tindakan-tindakan yang merugikan orang asli Kaimana dan suku-suku nusantara di Kabupaten Kaimana,” tutupnya. |ISABELA WISANG

 

Tinggalkan Balasan