Ratusan Warga Toraja mendatangi Mapolres Teluk Bintuni, menuntut pengungkapan kasus pembantaian ibu rumah tangga dan dua anak di daerah tersebut baru-baru ini.

Dewan Adat Papua Desak Komnas HAM Serta Komnas Perempuan dan KPAI Ke Bintuni

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Manokwari mendesak Kepolisian Daerah Papua Barat dan Polres Teluk Bintuni segera mengungkap kasus dugaan pembantaian yang dialami tiga orang warga di Teluk Bintuni, akhir bulan lalu.

Sekretaris DAP Wilayah III Manokwari, Zakarias Horota pun mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas- HAM) serta Komnas Perlindungan Perempuan dan Anak turut terlibat dalam pengungkapan kasus ini.

Menurutnya peristiwa yang menimpa Frely Diansari (26), dua orang anaknya serta janin yang baru berusia empat bulan itu bukan hanya bentuk kriminal biasa. “Diduga ada unsur pelanggaran HAM, investigasi mendalam harus dilakukan,” kata Zakarias kepada wartawan, Minggu (13/9/2015).

DAP mengutuk keras pelaku pembunuhan tersebut. Zakarias minta Polda bekerja ekstra agar pelaku segera tertangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatanya.”Kami juga meminta Sinode GKI Bintuni dan Klasis Manokwari turut mendesak aparat menginvestigasi kasus ini,” katanya.

Menurutnya tindakan polisi dalam mengungkap kasus ini terkesan mengulur-ulur waktu, hal ini dapat mengganggu psikologi masyarakat. Terutama menyangkut kepercayaan warga terhadap aparat dalam memberantas kasus kriminal di Teluk Bintuni.”Siapa pun pelakunya, segera tangkap. Agar jangan menjadi trauma bagi keluarga Toraja di Teluk Bintuni,”tegasnya

DAP minta Kapolda dan Kapolres Teluk Bintuni memprioritaskan pengungkapan kasus ini. Menurutnya, jika tim kepolisian yang ditugaskan untuk mengungkap kasus ini tidak dapat bekerja maksimal harus segera diganti.

Seiring desakan yang arahkan kepada kepolisian untuk mengungkap kasus ini, Zakarias pun mewanti-wanti, agar polisi tidak sembarang menangkap orang yang bukan pelaku dalam kasus ini.

”Kami akan pantau terus kasus ini baik di Polda maupun Polres Teluk Bintuni, harus terungkap dibulan ini. Jangan hanya bilang pengungkapan sudah mulai mengerucut. Sampai kapan mau mengerucut terus,”sebutnya lagi.

Secara terpisah tokoh pemuda, Jimmy Liunsanda menuturkan, banyak kasus pembunuhan di tanah Papua yang ditangani secara tuntas. Ia minta polisi bekerja profesional dan menangkap pelaku, sehingga ada efek jera.

”Kami mempercayai Kepolisian, dengan catatan banyak kasus pembunuhan tidak terselesaikan. Polisi punya kewengan, kasus ini harus dituntaskan,”ujarnya.

Jimmy juga meminta pemerintah baik Provinsi maupun Kabupaten Teluk Bintuni memberi perhatian dan mendukung pengungkapan kasus ini. Ia tak ingin persoalan ini dipolitisir yang akhirnya akan memperkeruh suasana.| TOYIBAN