Bupati Manokwari dalam sebuah kegiatan di Manokwari.

Di Kota Bagi Bunga, di Masni Bupati Manokwari Naik Odong-odong

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com

BANYAK cara yang bisa dilakukan warga untuk memperingati hari jadi kotanya. Di Manokwari, 116 tahun usia daerah ini dirayakan oleh Manokwari V-ixion Community (MVC), sebuah komunitas pengendara sepeda motor, dengan cara membagi 1000 tangkai bunga kepada pengguna jalan.

Aksi yang dipusatkan di perempatan jalan H.Bauw Wosi, Manokwari ini, kata Ketua MVC, Heru Wicaksono, tak hanya untuk memperingati hari jadi Manokwari. Tapi sekaligus untuk menunjukan eksistensi komunitasnya, serta untuk mengkampanyekan bahwa klub motor tidak identik aksi kekerasan.

Pertautan antara antusiasme merayakan hari jadi Manokwari dan misi anti kekerasan itulah yang membuat aksi ini bertajuk “Dengan cinta dan Kasih Sayang, Kita kan Hidup Damai”.

Aksi yang disponsori oleh PT Sinar Suri ini diharapkan menjadi contoh yang baik bagi klub motor lain agar tetap menjunjung tinggi persaudaraan dan menjadikan Kamtibmas sebagai visi dalam pembentukan komunitas.

Selain berbagi bunga, MVC sebelumnya pernah menggelar penyuluhan bahaya HIV-AIDS. Saat itu MVC bekerja sama dengan PTPS, sebuah LSM yang selama ini fokus dalam advokasi penderita kesehatan.

Anggota MVC membagi bunga di kota Manokwari untuk memperingati hari jadi Manokwari. FOTO: CAHAYAPAPUA.com|Toyiban

Anggota MVC membagi bunga di kota Manokwari untuk memperingati hari jadi Manokwari. FOTO: CAHAYAPAPUA.com|Toyiban

Komunitas ini mengajak seluruh anggota klub motor di Manokwari agar tidak mengonsumsi apalagi mengedarkan Narkoba. Klub motor juga seharusnya menjadi pelopor ketertiban dalam berlalu lintas.

MVC dengan tegas menolak balap liar di Manokwari termasuk aksi anarkis yang kerap dilakukan oleh geng motor seperti yang terjadi di luar Manokwari. “Menurut kami aksi-aksi semacam itu tidak hanya membuat masyarakat resah, namun juga menciderai niat baik orang-orang yang ingin kreatif dan berpandangan posisif,” ujarnya.

Perayaan ulang tahun Manokwari yang dipusatkan di Distrik Masni, Sabtu (8/11) berlangsung seadanya dan dan singkat. Prosesi perayaan dimulai dengan upacara yang dilanjutkan dengan resepsi di aula kantor distrik.

Namun kehadiran odong-odong (kereta bermotor) berhasil membuat perbedaan. Bukan hanya anak-anak yang suka naik odong-odong. Bupati Manokwari Bastian Salabay juga sempat menaiki kereta motor ini sebelum memimpin upacara di lapangan Sumber Boga.

Berdasar pantauan CAHAYAPAPUA.com, warga terutama kaum ibu yang mengantar anak-anaknya untuk bermain odong-odong jauh lebih antusias dibanding mereka yang mengikuti upacara. Warga dan anak-anak rela antri meski dipungut karcis sebesar 5000 rupiah per anak.

“Lumayan ini bisa jadi hiburan bagi masyarakat di sini, karena ulang tahun kabupaten Manokwari ini juga sepi,” kata salah seoang warga, Tini (28 tahun). |DINA RIANTI|TOYIBAN

 

EDITOR: PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

Tinggalkan Balasan