Danau Yamor Kaimana

Diantara Eceng Gondok Ada 33 Jenis Ikan di Danau Yamor

KAIMANA, CAHAYAPAPUA.com– Keberadaan tumbuhan gulma air termasuk eceng gondok, teratai dan lainnya pada kawasan Danau Urubika, Danau Manami, Danau Mutapa, Danau Kumaike dan Sungau Napuri di Distrik Yamor menjadi masalah yang sangat serius bagi masyarakat karena mengakibatkan terhambatnya transportasi dari dan menuju beberapa kampung di wilayah tersebut.

Setelah melalui study kasus di beberapa danau bekerjasama dengan Badan Perencanaan Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kaimana, Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Papua (PUSLIT-LH UNIPA) merekomendasikan pengendalian gulma dengan metode mekanik

Pengendalian mekanik dimaksud dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan mesin pemanen dan pemotong, rotovasi, kapal keruk dan penyelam maupun mesin pemangkas. Pengedalian dengan cara ini memiliki resiko degradasi lingkungan terkecil dari beberapa alternative pendekatan pengendalian lainnya.

Meskipun berdampak pada tumbuh kembalinya sisa bagian tumbuhan yang tercecer, namun sistim mekanik melalui penggunaan mesin bisa dilakukan sendiri oleh masyarakat.

Hal ini disampaikan Tim Puslit-LH Unipa melalui Sekretaris Puslit-LH Johan Koibur, SPt,MSc saat mempresentasikan Laporan Akhir Studi Pengendalian Hama Gulma Danau di Distrik Yamor Kabupaten Kaimana Tahun 2015 bertempat di Kaimana Beach Hotel beberapa waktu lalu.

“Upaya strategis pengendalian gulma air di kawasan danau Yamor dititikberatkan pada usaha menjarangkan atau menghilangkan gulma air. Pengendalian mekanik diidentifikasikan memiliki resiko degradasi lingkungan terkecil dari beberapa alternatif pendekatan pengendalian lainnya,” tukas Johan Koibur.

Untuk diketahui, disamping gulma air yang bermasalah bagi masyarakat, di danau Yamor ternyata hidup 33 spesies ikan, masing-masing 25 genus dan 21 famili yang hidup di beberapa danau besar yakni Danau Yamor di Kampung Urubika, Danau Manami Kampung Hetahima, Danau Mutapa dan Kumaike yang letaknya berdekatan di Kampung Paparo. Empat danau besar ini secara topografi berada pada ketinggian 38-41 mill dpl dengan suhu air permukaan berkisar 27-32,2ºC.

Satu dari 33 spesies ikan di Danau Yamor, diprediksi merupakan endemic (hanya terdapat di danau perairan Kaimana) yang diberi nama Kakap Yamor atau varia jamoerensis. Selain sumber daya ikan, di Yamor juga terdapat potensi flora yakni 134 jenis vegetasi serta potensi fauna, serta 7 jenis mamalia yakni kangguru pohon, bandikut, kuskus timur, kuskus bertotol, rusa timor, babi hutan dan kelelawar.

“Bahwa sebenarnya bukan persoalan mengendalikan gulma eceng gondok. Tetapi sesungguhnya ada hal lain yang lebih penting. Keanekaragaman sumberdaya genetic di Danau Yamor yang sebenarnya sangat luar biasa. Tidak sampai satu minggu kami bisa mendapati banyak potensi fauna dan fauna disana. Ini sebenarnya keunikan dan kekayaan yang dimiliki oleh danau Yamor. Ada beberapa jenis ikan disana, beberapa diantaranya endemic tetapi ini belum dapat dipublikasikan karena berkaitan dengan kaidah ilmiah. Artinya perlu dilakukan penelusuran, apakah benar hanya terdapat di Yamor ataukah dia merupakan variasi dari spesies. Apa yang kami lakukan saat ini sebagai langkah awal untuk kita melihat dan membuka tabir tentang mega biodiveristas yang dimiliki Danau Yamor. Ini yang penting bagi kami,” tutupnya. (ISA)