Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak Yosias Saroy, usai melaporkan kasus dugaan perbuatan kurang menyenangkan oleh oknum anggota Brimob, di Mapolda Papua Barat, Manokwari, Kamis (27/7). Yosias mengaku dibentak oknum Brimob saat memastikan persoalan tanah di Rendani atas.

Dibentak oknum Brimob, Bupati Pegaf mengadu ke Propam

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak Yosias Saroy, Kamis sore, mendatangi Markas Kepolisian Daerah Papua Barat mengadukan perlakuan kurang menyenangkan seorang oknum Brimob yang melakukan pengamanan di areal PT. Fulica Land. 

“Saya melaporkan oknum anggota Brimob tadi tidak sopan membentak saya saat saya hendak membicarakan masalah tanah adat milik warga yang digunakan PT. Fulica Land, yang berlokasi di Rendani atas dan Rendani gunung,” ujar Yosias Saroi saat ditemui di Mapolda Papua Barat.

Yosias mengatakan mengatakan tanah yang digunakan oleh PT. Fulica Land dilokasi tersebut masih bermasalah, terutama tanah di Rendani atas. Kehadiranya dirinya disana disebut untuk memastikan apakah pihak Fulica sudah membayar lunas penggunaan tanah tersebut kepada pemilik tanah atau belum.

“Ini yang mau saya dipastikan. Kalau memang sudah dibayar lunas saya rasa tidak ada masalah, tapi kalau belum maka pembangunan jangan diteruskan dulu, kita tunggu penyelesaian dari MRPB,” kata Yosias.

Namun menurut Yosias saat dia berada di lokasi tersebut, oknum Brimob yang menjaga lokasi tersebut membentak dirinya.

“Jangan dipakai oknum-oknum untuk membackup. Ada tiga anggota Brimob saat itu, namun satu diantara mereka saya rasa berlaku kasar,” ujarnya.

Masalah tanah yang saat ini digunakan oleh PT Fulica Land beberapa kali penyelesaianya bahkan dibawa ke Polres maupun Polsek. Ini berkaitan dengan pembayaran tanah yang belum tuntas bahkan dibayar kepada orang tua yang sudah sakit sekarat.

Kasubdit Provost Polda Papua Barat Kompol Ismail Ibrahim mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan Yosias. Pihaknya berjanji akan mendalami sejauh mana pelanggaran kode etik terhadap personil yang melakukan pengamanan.

“Saya akan mengecek mereka dulu apakah mereka memiliki surat perintah. Saya sudah minta kepada Kasat Brimob, sebentar lagi mereka akan antarkan,” kata dia.

Sementara itu pihak Fulica Land yang coba dimintai konfirmasi kemarin malam belum merespon pesan elektronik dan telepon Cahaya Papua. (mar) 

 

Tinggalkan Balasan