Suasana pemakaman almarhum Onesimus Rumayom di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pasir Putih, Distrik Mankwari Timur, Sabtu (29/10). Prosesi pemakaman korban dikawal oleh aparat TNI AL dan AD.
Suasana pemakaman almarhum Onesimus Rumayom di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pasir Putih, Distrik Mankwari Timur, Sabtu (29/10). Prosesi pemakaman korban dikawal oleh aparat TNI AL dan AD.

Dibungkus Bintang Kejora, Onesimus Diantar Kerabat ke Peristirahatan Terakhir

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Onesimus Rumayom, korban penembakan Sanggeng Rabu (26/10) malam akhirnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pasir Putih Manokwari, Sabtu (29/10) siang. Korban dimakamkam setelah disemayamkan di kediamanya jalan Serayu Sanggeng selama dua hari.

Jenazah diantar ke TPU dengan menggunakan mobil ambulance dan diiringi ratusan kerabat dan warga Sanggeng. Tampak dalam peti Jenazah Onesimus dibungkus Bendera Bintang Kejora. Tak satupun anggota kepolisian berpakaian dinas terlihat dalam mengawal proses pemakaman tersebut.

Dalam pantauan lapangan jenazah dibawa dari Jalan Serayu Sanggeng melewati jalan Yos Sudarso hingga jalan Merdeka menuju TPU hanya dikawal Aparat TNI Angkatan Laut (Lanal ) dan TNI Angkatan Darat (AD). Selain berjalan kaki massa juga menggunakan kendaraan roda dua dan bis serta kendaraan milik TNI AL dan Kodim 1703 Manokwari.

“Kami menolak segala bantuan dari kepolisian Polda Papua Barat (PB) dan Polres Manokwari, baik ucapan duka maupun bantuan finansial termasuk pengawalan jenazah ini sampai ke tempat peristirahatan yang terakhir,” ujar Ruben Bonay, salah satu kerabat korban saat ditemui usai pemakaman.

Disebutnya, bahwa pihak kepolisian sebelumnya hendak memberikan bantuan, namun keluarga korban menolak, meskipun sudah diantar ke rumah duka. Bahkan Wakapolda, Kombes Pol Petrus Waine, yang hendak hadir dirumah duka dengan tujuan untuk meminta maaf kepada keluarga juga ditolak.

“Memang Wakapolda ingin hadir di rumah duka untuk menyampaikan permohonan maaf atas nama polisi namun kami tolak. Keluarga merasa saat ini masih dalam suasana duka dan hal ini terjadi akibat tindakan represif dari kepolisian,” ujar Ruben.

Menurut penuturan Ruben, korban Onesimus ditembak di bagian paha sebelah kanan, pada saat itu korban berada di kerumunan bentrok. Saat itu korban melerai warga yang sementara bentrok. Namun tepat di depan toko Mawar Sanggeng, korban diketahui terkena tembakan hingga akhirnya dilarikan ke RS Angkatan Laut guna mendapatkan pertolongan medis. Meski demikian, nyawanya tidak tertolong akibat pendarahan yang dialaminya.

“Ini menjadi pelajaran berharga bagi pihak kepolisian dalam menangani bentrok. Polisi harusnya mengedepankan tindakan persuasif apalagi mereka sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,”  tekannya. (MAR)

Tinggalkan Balasan