Bocah yang ditemukan terbunuh di sebuah cekungan mirip selokan tepat di belakang pagar rumah tetangganya di Swapen Perkebunan, Manokwari, Papua Barat, Kamis, 1 Februari 2018. Lisna Boroallo/Cahaya Papua

Diburu, pembunuh bocah di Manokwari

Cahayapapua.com, MANOKWARI— Kepolisian Resor Manokwari masih memburu terduga pelaku pembunuhan dan kekerasan seksual terhadap bocah 11 tahun, yang ditemukan di pojok rumah tetangganya di Jalan Swapen Perkebunan, Manokwari, Kamis (1/3) pagi lalu.

“Kami sudah mengantongi identitas terduga pelaku. Tim sedang bekerja untuk menangkap yang bersangkutan,” kata Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi di Manokwari, Jumat.

Ia mengutarakan, sejauh ini polisi baru mengantongi identitas satu orang. Penangkapan dan pemeriksaan harus dilakukan untuk memastikan dugaan polisi. Tim Reserse dan Kriminal saat ini sedang disebar. Ia optimistis pria terduga pembunuh bocah SD kelas V itu segera tertangkap.

Erwindi berharap, tidak ada pihak-pihak yang berupaya menyembunyikan pelaku. Dukungan masyarakat sangat diharapkan untuk menuntaskan kasus ini.

Menurutnya, proses hukum dapat dilakukan terhadap siapa pun yang terbukti menghalang-halangi atau mempersulit kerja aparat penegak hukum. “Sebaiknya diserahkan. Kalau melindungi atau menyembunyikan pelaku, hati-hati. Kami bisa proses juga nanti,” sebutnya.

Sementara itu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengutuk keras dan menyesalkan kejadian tersebut. “Saya seorang Ibu Papua. Saya sakit mendengar terus menerus ada anak Papua yang harus meregang nyawa karena mengalami kekerasan seksual. Saya kutuk keras kejadian ini,” ujar Menteri PPPA Yohana Yembise.

Yohana mengaku sesuai keterangan Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, kuat dugaan korban mengalami kekerasan fisik dan seksual sebelum dibunuh, sebab hasil visum menyatakan ada luka dikepala yang diduga di pukul menggunakan batu, dan luka pada alat vital.

“Saya mengapresiasi kinerja kepolisian yang bergerak cepat mengusut kasus ini. Untuk itu, Kementerian PPPA siap membantu jika diperlukan bantuan dalam hal pendampingan ataupun pengawalan penyelesaian kasus. Hendaknya pelaku diberikan sanksi seberat-beratnya, kebiri saja!” tegas Menteri Yohana.

Untuk menghentikan kekerasan terhadap anak, Kementerian PPPA mengimbau masyarakat terlibat dan bekerjasama melindungi setiap anak. Berbagai upaya perlu dilakukan diantaranya, memberi pemahaman mengenai seksualitas diri anak, terhadap apa yang boleh dan tidak boleh dilihat dan disentuh oleh orang lain. Setiap orangtua juga harus mampu menjalin komunikasi yang penuh kasih sayang dengan anaknya, sehingga bila terjadi masalah terhadap anak, orangtua tahu lebih dulu.

“Kepada seluruh masyarakat, terutama komunitas yang paling kecil yaitu keluarga, untuk memiliki sensitifitas terhadap anak. Apabila ada potensi kekerasan terhadap anak disekitar kita, kita harus bergerak bersama untuk melindungi anak, karena setiap anak harus dilindungi,” terang Menteri Yohana.

Kamis (1/3) lalu warga Swapen Perkebunan Manokwari dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat seorang bocah. Korban ditemukan tak bernyawa dalam kondisi setengah telanjang dengan sejumlah luka di bagian kepala dan tubuhnya.

Sebelum melukai korban hingga tewas, diduga pelaku melakukan upaya kekerasan seksual terhadap siswa kelas V SD Inpers Taman Ria Manokwari tersebut.

Dari hasil visum petugas rumah sakit, kata Kapolres, terdapat luka lecet pada dubur korban. Polisi terus mendalami kasus ini sesuai fakta-fakta lapangan dan kondisi tubuh korban. |Toyiban/*

Leave a Reply

%d bloggers like this: