Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Bupati Mansel Markus Waran, Wakil Bupati Mansel Wempi Welly Rengkung bersama unsur kejaksaan, TNI/Polri melakukan panen raya padi di Distrik Oransbari, Kamis.

ORANSBARI, Cahayapapua.com— Tepat diusia ke lima tahun Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan, Kamis (16/11/2017), dilakukan panen raya padi di Kampung Margomulyo, Distrik Oransbari. Sebanyak 560 hektar tanaman padi siap dipanen.

Sebelum dilakukan panen raya, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyerahkan bantuan peralatan berupa mesin kombain Herves sebanyak10 unit, traktor roda empat sebanyak 3 unit, kultivator 8 unit, trans plester 2 unit, hand traktor 15 unit, alat pengolahan pupuk 5 unit dan tenda 1 unit. Ada pula bantuan dari bupati Mansel Markus Waran berupa trans plester 2 unit dan kombain Herves kecil 2 unit.

Dalam sambutannya, Bupati Markus Waran mengucapkan terima kasih kepada gubernur yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada petani di Mansel. “560 hektar ini semua produktif. Sehingga tidak ada Pada kesempatan itu, bupati  juga melaporkan bahwa saat ini sedang dibuka 1.400 hektar lahan sawah yang merupakan bantuan dari kementrian terkait.

“Ini menyebar di 6 distrik, tetapi baru kami buka di Oransbari, Isim dan Momiwaren. Sekarang sementara mereka tanam,” kata bupati.

Bupati juga melaporkan kondisi terkini di Mansel yang dalam kondisi kondusif. Di Mansel akan berdiri Dodik Rindam XVIII Kasuari, juga tahun 2018 akan dibangun Sekolah Polisi Negara di Kampung Wandoki, Distrik Oransbari.

“Sekarang adminsitrasinya sedang disiapkan. Dengan adanya peninjauan kembali (PK) RTRW Provinsi Papua Barat, bapak gubernur bisa mendukung. Karena sesuai hasil survei Polda Papua Barat mengiginkan di lokasi itu. Kami pernah usul ke Pegaf, tapi mereka maunya di Mansel,” katanya. Selain itu, bupati juga meminta provinsi memberikan bantuan irigasi untuk petani di daerah itu.

Gubernur dalam kesempatan itu menyatakan, beberapa waktu lalu dirinya bertemu Menteri Pertanian. Ia meminta pusat memberikan perhatian kepada Papua Barat.

“Beliau (menteri) tanya apa saja yang sudah diprogramkan OPD terkait. Karena menurut menteri yang ada masih skala kecil. Beliau ajak kita menanam yang bisa diekspor. Bisa tanam kopi, kelapa dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Gubernur juga mengatakan jika ada kabupaten yang siapkan lahan seluas 20 ribu hektar, telah ada investor yang ingin membangun perkebunan Kasbi.

“Menteri bilang ada yang mau tanam Kasbi? Saya juga sudah ketemu investornya. Ini kalau kita terima, kita bisa menekan angka kemiskinan dan membuka lapangan kerja baru,” kata gubernur. Tak lupa gubernur meminta bantuan yang telah diserahkan dapat digunakan secara baik, karena tidak semua kelompok menerima bantuan itu. Bantuan diberikan secara bertahap, sehingga kedepan bagi kelompok tani yang belum menerima bantuan, akan diberikan. (bm)

 

Leave a Reply