Sejumlah karyawan PT Padoma yang sempat marah dan mengamuk di kantor PT Tunas Papua baru-baru ini. Foto: CAHAYAPAPUA.com | Dina Rianti

Didera Korupsi, Puluhan Karyawan PADOMA Dirumahkan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com- Puluhan mantan karyawan PT Papua Doberay atau PADOMA belum menerima pesangon sejak mereka di rumahkan oleh Badan Usaha Milik Daerah Papua Barat itu karena harus tutup setelah didera persoalan korupsi.

Tindakan merumahkan karyawan diambil Direktur Utama PT. Padoma, M.L Rumadas beberapa bulan lalu karena perusahaan itu sudah tidak sehat lagi.

Rumadas sendiri harus berurusan dengan hukum oleh Kejati Papua atas dana pinjaman Rp 22 Miliar ke anggota DPR PB periode 2009-2014.

Direktur Bidang Pertanian Bernard Maniani mengatakan, sekitar 30pekerja yang di rumahkan meminta perusahaan segera membayar pesangon yang belum dibayarkan.

“Berdasarkan SK kami dirumahkan, bukan di PHK. Saya masih menunggu pesangon, belum ada kejelasan dari perusahaan,” kata Bernard, pekan lalu.

Menunggu dan belum melakukan sikap protes ke Pemerintah Papua Barat dilakukan mantan karyawan, karena mereka dijanjikan akan kembali dipekerjaan setelah ada pergantian seluruh jajaran direksi PADOMA. (Baca: Buruh Angkut Beras Tuntut Hak ke Perusahaan Ekspedisi)

Bernard sendiri mengetahui ada beberapa kali pertemuan yang dilakukan jajaran direksi, tetapi detail dari pertemuan itu ia tidak tahu.

“Kita dengar katanya masih mau Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk pergantian keseluruhan pengurus bermasalah,” katanya.

Selain nasib para karyawan yang tidak lagi bekerja, sejumlah proyek milik PADOMA tidak lagi berjalan, seperti distribusi beras dan pengoperasian pesawat PADOMA yang tidak berpenghasilan karena dinyatakan rusak. (Baca: LP3BH: Proses Lelang Perkebunan Sawit PTPN Prafi Tak Wajar)

Sebelum ditahan dengan kasus yang lain, Direktur Utama PT Padoma M.L Rumadas pernah mengatakan, dana bernilai miliaran rupiah ditarik oleh kejaksaan, sehingga tidak ada lagi saldo yang tersimpan untuk dijadikan modal perusahaan itu. |DINA RIANTI

 

EDITOR: BUSTAM

Tinggalkan Balasan