Antrian BBM di SPBU jalan Esau Sesa, Manokwari, Papua Barat, Selasa (18/11/2014). Sebagian besar mobil yang mengantri di SPBU tersebut merupakan kendaraan angkutan umum. | CAHAYAPAPUA.com | Takdir

Didesak Sopir, Wabup Manokwari Setujui Penyesuaian Tarif Angkutan

MANOKWARI – Wakil Bupati Manokwari Roberth KR.Hammar menilai, desakan para sopir angkutan kota dan angkutan pedesaan di Manokwari agar tarif angkutan dinaikkan pascakenaikan harga BBM bersubsidi sesuatu yang wajar.

Hammar bahkan menegaskan, tarif angkutan umum harus disesuaikan agar dampak dari kenaikan BBM tidak terlalu membebani para sopir maupun para pengusaha angkutan.

Rabu (19/11/2014), puluhan sopir angkutan kota dan angkutan pedesaan mendatangi kantor dinas perhubungan kabupaten Manokwari untuk mendesak kenaikan tarif.

“Itu rasional karena terjadi kenaikan BBM yang berdampak pada daya beli masyarakat, tetapi juga berdampak pada pendapatan para sopir dan pengusaha angkutan, “ kata Hammar di sela-sela peresmian IGD RSUD Manokwari, Rabu siang, (19/11/2014).

Namun, orang nomor dua Pemkab Manokwari ini enggan menyebut berapa besar kenaikan tarif angkutan yang dipandang wajar oleh Pemda.

“Harus dihitung dulu, dinas perhubungan akan hitung dulu. Tapi harus diatur supaya tidak semakin memberatkan masyarakat, “ ucap dia.

Sesuai informasi yang dihimpun Cahaya Papua, Dinas Perhubungan masih menunggu edaran resmi dari Kementerian Perhubungan terkait besaran kenaikan tarif untuk angkutan darat.

Sementara itu beberapa sopir yang ditemui mengatakan, mereka tidak memilih mogok dan tetap akan beroperasi namun meminta pengertian penumpang agar mau membayar lebih tinggi sedikit dari tarif yang ada sekarang. |ZACK TONU BALA

 

EDITOR: BUSTAM

Tinggalkan Balasan