Barang bukti kasus pembunuhan yang merengut nyawa David Manggaprow digelar penyidik di Polres Manokwari, Rabu (13/9). David tewas ditikam iparnya RR di Jalan Pasir Putih sekitar lokasi pekamaman umum, Selasa (12/9) malam, sekitar pukul 22.00 WIT.

Diduga ikut membunuh, FB oknum sipir Lapas terancam dipecat

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Frengki Betay alias FB oknum sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Manokwari, terancam dipecat dari statusnya sebagai pegawai Lapas.

Hal ini dikarenakan, FB diduga turut serta membantu rekannya Ronal Rumaropen alias RR, menghabisi nyawa almarhum David Manggaprouw, warga Pasarido, yang ditemukan tewas di Jalan Pasir Putih, Selasa lalu.

“Kami minta polisi tegas melihat kasus balas dendam ini. Karena dia (FB) murni terlibat langsung memfasilitasi tersangka RR melakukan aksi penikaman itu, hingga bapak saya (David Manggaprouw) meninggal di tempat akibat luka tusukan tersebut,” ujar putra almarhum Roland Manggaprouw, Jumat (15/9).

Roland menuding, FB secara sadar melakukan aksi itu, atas dasar perintah tersangka RR. Untuk itu, menurut dia, FB harus diberhentikan dari statusnya yang merupakan pejabat aktif struktural di Lapas Kelas II B Manokwari.

“Harus dipecat, karena ini sangat mencoreng institusi tempatnya bekerja. Semestinya dia melakukan pembinaan pada masyarakat, bukan sebaliknya,” cetus Roland.

Terpisah, Kepala Lapas Kelas II BManokwari, Luluk Kuncoro yang menyikapi kasus yang menyeret salah satu oknum pegawainya ini mengatakan, pihaknya telah melaporkan hal ini ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Papua Barat.

“Pastinya kita akan ambil tindakan tegas terhadap oknum pegawai (Lapas) ini, tapi kami masih menunggu hasil perkembangan penyidikan polisi,” terang Luluk.

Luluk menegaskan, jika prosesnya nanti bahwa FB terbukti terlibat dalam kasus ini, dia mengatakan yang bersangkutan terancam diberhentikan secara tidak hormat.

“Kita ikuti sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku saja. Kalau hasil sidang nanti dia terbukti bersalah, kemungkinan besar akan dipecat,” tandasnya. (cr-80) 

Tinggalkan Balasan