Gubernur bersama Bupati Kaimana, Dirjen Bimas Kristen dan Ketua Panitia saat membuka Pesparawi.

Dijaga ketat, anggota Polri diduga mabuk terobos panggung

KAIMANA, Cahayapapua.com— Pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) ke XII se-Tanah Papua di Stadion Triton Kaimana diwarnai insiden ringan akibat keteledoran dalam sistim pengamanan.

Seorang peserta, yang diketahui merupakan anggota Polri pendamping salah satu kontingen, menerobos panggung dan mengganggu konsentrasi penyanyi yang sedang mengisi acara.

Pemandangan tak sedap yang terjadi dihadapan ribuan tamu Pesparawi, bahkan para pejabat daerah ini, sangat kontras dengan sistim pengamanan yang super ketat pada pintu masuk stadion.

Dalam sistim pengamanan ini, semua yang akan memasuki area stadion, baik peserta, masyarakat maupun tamu undangan wajib melewati metal detector, dan semua barang bawaan digeledah petugas. Hal ini tentu menjadi lumrah, mengingat Pesparawi XII merupakan even besar.

Namun sayang, tindakan pengamanan juga terkesan tidak berlaku adil. Pasalnya, ada pekerja pers yang hendak masuk, diusir keluar oleh salah seorang anggota Polwan, dengan alasan kartu pengantar khusus untuk pers yang dikeluarkan panitia tidak ditulis nama dan disertai foto. Peristiwa pengusiran ini terjadi di pintu masuk bagian kanan Stadion Triton, Jumat (15/9/2017).

Padahal, selain telah menunjukkan kartu khusus yang dikeluarkan panitia dengan cap resmi pada bagian belakang, pekerja media juga menunjukkan kartu pers resmi dari perusahaan pers tempat mereka bernaung.

“Oh ini tidak bisa silahkan keluar, kartu ini harus ditulis nama dan pasang foto. Kalau kartu ini tidak berlaku disini, silahkan keluar karena yang lain juga sama, kami pasti suruh keluar,” demikian seorang Polwan saat seorang pekerja media menunjukkan kartu pers resmi.

Namun dalam perjalanan kegiatan, pengamanan ketat yang terjadi di pintu masuk akhirnya dipertanyakan kesungguhannya, manakala ada tamu yang diketahui merupakan anggota Polri aktif pendamping salah satu kontingen, yang diduga terpengaruh minuman beralkohol, berhasil menerobos panggung disaat acara resmi Pesparawi sedang berlangsung.

Oknum anggota Polri ini bahkan mengganggu konsentrasi penyanyi Jhon Tanamal, yang sedang mengisi acara dan menghibur para tamu, baik kontingen, masyarakat dan juga pejabat, termasuk didalamnya Kapolda Papua Barat.

Dengan mengenakan baju yukensi, celana pendek dan bertopi, ia mengambil mikrofon dan bernyanyi dengan alasan menghibur Kapolda. Situasi ini membuat Kapolda dan jajarannya meradang, sehingga langsung mengevakuasinya dari atas panggung.

Bahkan tak hanya oknum yang bersangkutan, beberapa kali juga terlihat anggota Polisi meringkus sejumlah warga yang juga terpengaruh Miras dari atas tribun utama Stadion Triton.

Meski sempat diwarnai beberapa kejadian ringan, namun penyelenggaraan pembukaan Pesparawi XII ini berlangsung lancar dan sukses. (isa)

Tinggalkan Balasan