Raja Ampat

Diklaim Tetangga, Raja Ampat Akan Buka Perkampungan di Pulau Terluar

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Pemerintah Kabupaten Raja Ampat akan membuka perkampungan di pulau Sayang dan Piay yang kini diklaim oleh Pemkab Halmahera, Maluku Utara.

Bupati Raja Ampat, Markus Wanma kepada Cahaya Papua usai mengikuti pertemuan tim penasehat persiapan pendanaan berkelanjutan bentang laut Kepala Burung, di Swiss bel Hotel, Manokwari, Rabu (9/9) mengatakan langkah itu dilakukan sebab warganya sering bercocok tanam di pulau itu.

Langkah tersebut juga untuk menjaga agar dua pulau itu tetap menjadi masuk dalam wilayah administrasi Raja Ampat.

“Kita akan buka perkampungan supaya tidak diklaim. Secara geografis kedua pulau itu lebih dekat dengan pulau terluar Raja Ampat. Dari Distrik Waeko Barat tidak sampai setengah jam. Sedangkan dari mereka (Maluku Utara,Red), di atas 5 jam,” tandasnya soal dua pulau tak berpenduduk itu.

Pemkab Raja Ampat telah bertemu dengan Pemprov Maluku Utara untuk menyelesaikan masalah tapal batas beberapa waktu lalu.

Namun Wanma mengatakan, pertemuan itu belum menemukan titik temu kecuali kesepakatan untuk membuat desain tata ruang yang bisa mempertemukan kepentingan pemanfaatan ruang oleh dua provinsi.

“Saya tidak ikut rapat terakhir kemarin. Soal tapal batas, prosesnya masih dalam tahap pembicaraan,” ujarnya sebelum berlalu.|DINA RIANTI | EDITOR : PATRIX B.TANDIRERUNG